Satgas Covid-19: 6 Provinsi Ada Kenaikan Mobilitas Warga ke Pusat Perbelanjaan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito berbicara dalam sebuah konferensi pers, Jakarta, Kamis (29/10/2020). (ANTARA/Katriana)

    Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito berbicara dalam sebuah konferensi pers, Jakarta, Kamis (29/10/2020). (ANTARA/Katriana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan terjadi kenaikan mobilitas penduduk, khususnya ke pusat perbelanjaan. Hal ini terjadi di tengah kebijakan pengetatan mobilitas dan peniadaan mudik yang dilakukan pemerintah.

    "Sejak pengamatan 11 Maret hingga 16 April 2021, diketahui selama 3 minggu terakhir terdapat enam provinsi yang mengalami kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia, yaitu provinsi Aceh, Gorontalo, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Selasa, 4 Mei 2021.

    Wiku mengatakan data ini dikumpulkan Satgas dari Google Mobility. Adapun puncak kenaikan mobilitas di masing-masing provinsi, kata Wiku, terjadi pada 9 April 2021.

    "Data ini merupakan alarm bagi kita, karena secara histori, kenaikan mobilitas selalu diikuti oleh kenaikan kasus. Kita tentunya tak mau mengganggu kondisi Covid-19 nasional yang cukup stabil, hasil jerih payah masyarakat dan pemerintah lebih dari setahun terakhir," kata Wiku.

    Wiku mengaku paham bahwa momen lebaran adalah momen suka cita bagi masyarakat. Mulai dari THR hingga diskon belanja besar didapatkan masyarakat selama lebaran. Namun ia mengingatkan bahwa Indonesia belum keluar dari pandemi Covid-19. Ia meminta masyarakat lebih memilih opsi belanja yang lebih aman, dengan belanja secara online.

    "Hal terbaik adalah melakukan aktivitas dengan terkendali. Agar aktivitas sosial ekonomi masyarakat pun tetap menuai perkembangan yang baik," kata Wiku.

    Ia pun mengimbau seluruh pemerintah daerah dapat menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat dengan mudah diawasi pergerakannya. Hal ini, kata Wiku, demi mencegah kerumunan maupun interaksi fisik yang dapat memperluas penyebaran Covid-19. "Untuk menjamin sistem yang dibuat dapat berjalan dengan baik, maka buatlah satuan tugas khusus untuk melakukan pembinaan di lapangan," kata Wiku.

    Baca: Satgas Covid-19: Kerumunan Tanah Abang Runtuhkan Jerih Payah Pemerintah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H