20 Soal Ujian Alih Pegawai KPK, Ada Percaya Hal Ghaib-Penista Agama Dihukum Mati

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penyidik KPK usai melakukan penggeledahan di Gedung Patra Jasa, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Gedung Patra Jasa, Jakarta, terkait dugaan korupsi Bansos Covid-19 di Kementerian Sosial dengan tersangka Juliari Batubara. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah penyidik KPK usai melakukan penggeledahan di Gedung Patra Jasa, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Gedung Patra Jasa, Jakarta, terkait dugaan korupsi Bansos Covid-19 di Kementerian Sosial dengan tersangka Juliari Batubara. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Alih status pegawai KPK menjadi ASN sedang menjadi sorotan. Pasalnya, para pegawai harus menjalani serangkaian ujian yang disebut Tes Wawasan Kebangsaan. 

    KPK sudah menerima hasil tes tersebut dari Badan Kepegawaian Nasional. "Dalam waktu dekat akan diumumkan," kata Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri pada Senin, 3 Mei 2021

    Alih status pegawai ini merupakan buntut dari revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau UU KPK. Sebanyak 1.349 pegawai KPK mengikuti tes alih status pada 18 Maret hingga 9 April 2021. Tes dibagi menjadi dua tahap, tulis dan wawancara.

    Tes yang sebelumnya disebut Tes Wawasan Kebangsaan itu sebenarnya memiliki nama resmi Tes Moderasi Bernegara. Materi dalam tes menjadi sorotan karena dianggap tidak sesuai dengan tugas yang akan dijalankan oleh pegawai komisi antirasuah.

    Berdasarkan keterangan sejumlah pegawai KPK, tes tersebut bukan TWK, melainkan Tes Moderasi Kebangsaan. Soal yang diberikan kepada pegawai lebih mirip screening ideologi.

    Pertanyaan-pertanyaan dalam tes ini pun janggal. Mulai dari soal PKI, radikalisme, sampai soal apakah jika Indonesia krisis akan pindah ke luar negeri. Berikut 20 soal tes wawasan kebangsaan KPK:

    1. Saya memiliki masa depan yang suram
    2. Saya hidup untuk menebus dosa-dosa masa lalu
    3. Semua orang Cina sama saja
    4. Semua orang Jepang kejam
    5. UU ITE mengancam kebebasan berpendapat
    6. Agama adalah hasil pemikiran manusia
    7. Alam semesta adalah ciptaan Tuhan
    8. Nurdin M. Top, Imam Samudra, Amrozi, melakukan jihad
    9. Budaya barat merusak moral orang Indonesia
    10. Kulit berwarna tidak pantas menjadi atasan kulit putih
    11. Saya mempercayai hal ghaib dan mengamalkan ajaran tanpa bertanya-tanya lagi
    12. Saya akan pindah negara jika kondisi kritis
    13. Penista agama harus dihukum mati
    14. Saya ingin pindah negara untuk kesejahteraan
    15. Jika boleh memilih, saya ingin lahir di negara lain
    16. Saya bangga menjadi warga negara Indonesia
    17. Demokrasi dan agama harus dipisahkan
    18. Hak kaum homoseks harus tetap dipenuhi
    19. Kaum homoseks harus diberikan hukuman badan
    20. Perlakuan kepada narapidana kurang keras. Harus ditambahkan hukuman badan

    Hasil tes ini pun menjadi sorotan. Sumber Tempo menyebutkan sebanyak 75 pegawai KPK, mayoritas penyidik KPK, akan dipecat karena tidak lolos dalam tes tersebut.

    Baca juga: Penyidik KPK yang Diduga akan Dipecat Tangani Kasus Korupsi Kakap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.