Walikota Hendi Teruskan Aspirasi Buruh Lewat APEKSI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL-Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, tampil bersama memimpin Dialog Nasional Para Wali kota Apeksi terkait implementasi Undang-Undang Cipta Kerja, Senin 3 Mei. Ketiganya adalah Dewan Pengurus APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) .

    Di kesempatan tersebut, Hendi, biasa wali kota akrab disapa, menyinggung soal UU Cipta Kerja yang dinilai pekerja menimbulkan kekhawatiran.  Dia menyimpulkan hal itu setelah menggelar  dialog dengan serikat pekerja di Jawa Tengah yang baru - baru ini menyelenggarakan peringatan May Day di Balaikota Semarang.

    Dia menangkap  sejumlah poin dalam UU Cipta Kerja yang dirasa dapat menimbulkan kekhawatiran pada pekerja. Antara lain terkait sistem kerja kontrak, praktik outsourcing, waktu kerja eksploitatif, berkurangnya hak cuti dan istirahat serta kerentanan pekerja mengalami PHK.

    "Ada beberapa catatan yang bisa disampaikan kepada Pak Menteri Investasi, terutama dari sisi ketenagakerjaan. Ada juga terkait sistem perijinan Online Single Submission menurut saya sudah baik, tapi mungkin perlu diperhatikan daerah yang jaringan internetnya masih kurang baik," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Hendi juga menambahkan pandangannya tentang implikasi UU Cipta Kerja terhadap buruh, dengan perlu diadakan Desk Ketenagakerjaan di masing - masing daerah. Ini dirasa penting untuk mendukung aspirasi buruh ke depan. “Maka jika nanti ada aspirasi buruh yang tidak bisa dimediasi oleh Pemerintah Kota Semarang, maka nanti bisa diselesaikan oleh kepolisian melalui Desk Ketenagakerjaan," katanya.

    Sementara itu, sejumlah kepala daerah yang hadir secara virtual dalam pertemuan tersebut juga memiliki pandangan yang sama terkait isu kewenangan pemerintah daerah di UU Cipta Kerja. APEKSI menilai UU Cipta Kerja, banyak kewenangan kepala daerah dikurangi oleh Pemerintah Pusat.

    Nantinya aspirasi dari pemangku kepentingan akan dicatat masing-masing kepala daerah untuk ditampung dan kemudian dirumuskan poin-poinnya secara detail. Poin-poin ini akan menjadi bahan pada pembahasan aturan turunannya, yakni peraturan pemerintah dan peraturan presiden, yang sedang dirumuskan pemerintah.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.