TNI AD Punya Mobil Dinas Baru, Andika Perkasa: Ini Pengadaan Terbesar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa membagikan 547 kendaraan dinas baru kepada jajaran TNI AD. Foto Youtube TNI AD

    KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa membagikan 547 kendaraan dinas baru kepada jajaran TNI AD. Foto Youtube TNI AD

    TEMPO.CO, Jakarta - TNI Angkatan Darat melakukan pengadaan mobil dan motor dinas sebanyak 547 unit pada tahun anggaran 2020. Kepala Staf TNI AD, Jenderal Andika Perkasa mengatakan pengadaan mobil dinas ini merupakan yang terbesar selama ini.

    “Saya yakin ini pengadaan terbesar dalam sejarah kita, maksudnya dalam satu kali pengadaan,” kata Andika di depan jajarannya dilihat di kanal Youtube TNI AD, pada Senin, 3 Mei 2021.

    Andika mengatakan total mobil yang dibeli berjumlah 309 unit, sementara sisanya berbentuk motor trail. Mobil dan motor itu diperuntukkan kepada jajaran TNI AD di seluruh kesatuan di Indonesia.

    Merek mobil yang dibeli di antaranya, Toyota Land Cruiser Prado, Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza dan Suzuki Ertiga. Dalam video yang dibagikan lewat Youtube itu, Andika melakukan serah terima kepada sejumlah perwakilan TNI AD dari beberapa wilayah di Indonesia.

    “Sekarang juga menuju kendaraan masing-masing, langsung bawa pulang,” kata dia. Dia menjanjikan pengadaan mobil dinas akan kembali dilakukan untuk tahun 2021 dengan jumlah lebih banyak.

    Kepala Pusat Peralatan Angkatan Darat Mayor Jenderal Sigid W. mengatakan TNI AD juga mengubah warna cat mobil dinas yang baru. Warnanya kini hijau gelap doff. Huruf untuk plat nomor juga diubah menjadi Monsterrat. “Yang menentukan Bapak Kasad semua, mulai dari warna dan nomor, Bapak Kasad,” ujar Sigid.

    Baca: Canggihnya Penjara Militer di Markas Pomdam Jaya Bisa Pantau Gerak-gerik Tahanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.