Pengamat Sebut Safari PKS Ingin Cari Teman Koalisi di Pilpres 2024

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Universitas Islam Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin, menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar safari politik untuk mengantisipasi segala kemungkinan di Pilpres 2024. Mengingat posisinya di luar pemerintahan saat ini, kata Ujang, PKS ingin memastikan mereka diterima semua partai politik pada saat penjajakan koalisi pilpres mendatang.

    "PKS paham di 2024 nanti tidak ada inkumben. PKS ingin diterima oleh semua partai politik yang ada," kata Ujang kepada Tempo, Kamis, 30 April 2021.

    Ujang mengatakan benih-benih koalisi itu dapat disemai dengan menanam silaturahmi sejak dini. Perkara berkoalisi atau tidak, ujarnya, itu urusan belakangan. "Yang penting pendekatan dulu dengan partai-partai lain," kata dia.

    Menurut Ujang, salah satu faktor yang turut mempengaruhi langkah politik PKS berkunjung ke partai-partai lain ini yakni posisi Partai Gerindra yang sekarang berada di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, dalam dua kali pilpres PKS dan Gerindra merupakan rekan sekutu.

    "Politik bisa saling bersekutu dan bersatu, juga bisa berseteru, bahkan saling meninggalkan," kata Ujang.

    Ia menilai pengalaman dengan Gerindra itu membuat PKS kini ingin berkawan dengan banyak partai. "Satu meninggalkan, maka masih ada yang lainnya," ujarnya.

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu menggelar safari politik sejak medio April 2021. Pimpinan baru PKS ini sudah bertemu dengan pimpinan enam partai politik yang ada di parlemen.

    Partai dakwah ini pertama kali bertemu dengan Partai Persatuan Pembangunan pada 14 April 2021 di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan. Pada 22 April, giliran PKS menyambangi Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menemui Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

    Lima hari kemudian atau pada Selasa, 27 April, Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Al-Habsyi dan jajarannya menemui Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan itu dipimpin kedua sekjen, sedangkan Ahmad Syaikhu maupun Ketua Umum PDI Perjuangan tak hadir.

    Lalu pada Rabu, 28 April, Ahmad Syaikhu dan rombongannya menemui Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di kantor PKB di Raden Saleh, Jakarta Pusat. Kamis, 29 April, PKS menyambangi kantor Golkar di Slipi, Jakarta Barat, lantas pada 30 April PKS bertandang ke Akademi Bela Negara Partai NasDem di Pancoran, Jakarta Selatan.

    Wakil Sekretaris Jenderal PKS Ahmad Fathul Bari sebelumnya mengatakan partainya memang menjadwalkan kunjungan ke berbagai partai politik dan organisasi masyarakat. Ia menyebut safari itu dalam rangka perkenalan kepengurusan baru PKS di bawah kepemimpinan Ahmad Syaikhu. "Tapi dengan siapa dan kapan waktunya menyesuaikan keluangan dan kesesuaian waktu masing-masing," kata Fathul pada 20 April 2021.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: Pertemuan NasDem - PKS: Sepakat Akhiri Polarisasi hingga Aksi Kirim THR ke Desa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.