Satgas Jelaskan Alasan Persentase Kematian Akibat Covid-19 Sulit Diturunkan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan alasan persentase kematian akibat Covid-19 sulit diturunkan.

    "Saat ini persentase kematian Indonesia 2,7 persen dan telah bertahan selama lebih dari 2 bulan, terhitung sejak awal Februari 2021," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 29 April 2021.

    Wiku menjelaskan, angka kematian didapat dengan membandingkan jumlah kematian sejak awal pandemi dengan jumlah kasus positif Covid-19 sejak awal pandemi. Dengan perbandingan ini, maka angka kematian dapat berpotensi diturunkan apabila jumlah kematian tidak terus meningkat. "Atau peningkatannya tidak lebih tinggi dari tren peningkatan kasus positif," ujarnya.

    Menurut Wiku Adisasmito, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar tiap kasus positif yang baru terkonfirmasi, seluruhnya dapat sembuh dan tidak ada yang meninggal.

    Saat ini, kata Wiku, ada 10 provinsi dengan peningkatan kasus terkonfirmasi positif tertinggi selama April 2021. Yaitu Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, Bengkulu, Aceh, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.

    Wiku meminta kepada kepala daerah di 10 provinsi tersebut memperhatikan penanganan kasus positif Covid-19 di wilayahnya masing-masing. "Ini adalah alarm bagi 10 provinsi karena jumlah kasus positif tinggi dapat berujung kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan angka kematian secara nasional," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.