PKS Kunjungi Kantor PDIP Bahas Masalah Kebangsaan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jajaran PDI Perjuangan menerima kunjungan silaturahmi jajaran DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor Pusat PDIP, Jakarta, pada Selasa pagi, 27 April 2021.

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyambut terbuka kedatangan rombongan PKS. Ia menilai, komunikasi politik memang sudah harus dilakukan, terlebih berbicara atau berbagi untuk kemajuan bangsa. "Walau berbeda posisi di pemerintahan, bukan berarti tak ada ruang untuk dialog," kata Hasto dalam keterangannya.

    Dalam pertemuan itu, jajaran PDIP yang hadir antara lain Wakil Bendahara Rudianto Tjen, serta Wakil Sekjen yang juga Ketua Fraksi PDIP di DPR Utut Adianto. Serta Ketua DPP PDIP seperti Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, Wiryanti Sukamdani, Hamka Haq, I Made Urip, Sukur Nababan. 

    Selain itu, hadir Ketua Komisi IV DPR Sudin, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka, Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng, dan politikus PDIP Zuhairi Misrawi serta Kepala Sekretariat PDIP Yoseph Adhi Dharmo.

    Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi yang datang memimpin rombongan juga mengaku bahagia bisa sowan ke Kantor Pusat PDIP. "Kita datang ke sini seperti sedang berasa di rumah sendiri. Terasa penuh dengan berkah," kata Aboe.

    Aboe mengaku PKS datang untuk belajar bagaimana mengurus negara. "Bagi-bagi ilmunya lah," ujar dia.

    Di pertemuan tersebut, kedua partai membahas masalah kebangsaan. Aboe meminta agar PDIP dan PKS tidak dikesankan selalu berlawanan.

    "Kita bersama saja. Kalau berbeda pendapat itu hal biasa. Maksud saya, bernegara harus kita bikin suasana happy. Kalau ada berbeda sedikit, ya silahkan. Kalau di luar pemerintahan, itu balancing dan hak demokrasi," ucapnya.

    Aboe didampingi Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini, Ketua DPP Mardani Ali Sera, Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati, dan Wakil Sekretaris Jenderal Hubungan Antar Lembaga Moh Rozaq Asyhari. 

    Presiden PKS Ahmad Syaikhu sebenarnya dijadwalkan memimpin rombongan PKS. Namun, Aboe mengakui hari ini ada berita duka di partainya karena sekretaris majelis syuro partainya wafat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.