KPK Duga Ajudan Berperan Kenalkan Azis Syamsuddin ke Robin

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (kiri depan) bersama Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri (kanan depan) memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Sabtu, 28 November 2020. Dalam kasus ini Ajay diduga telah menerima suap dari Hutama senilai Rp 1,6 miliar dari kesepakatan berjumlah Rp 3,2 miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (kiri depan) bersama Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri (kanan depan) memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Sabtu, 28 November 2020. Dalam kasus ini Ajay diduga telah menerima suap dari Hutama senilai Rp 1,6 miliar dari kesepakatan berjumlah Rp 3,2 miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengenal penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dari seseorang. Seseorang itu diduga adalah ajudan Azis yang juga anggota kepolisian.

    “Diduga kenal yang bersangkutan dari ajudan AZ yang juga anggota Polri,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat, 23 April 2021. Ali belum menjelaskan lebih detail mengenai perkenalan tersebut.

    Dia mengatakan komisi antirasuah akan mendalami dalam proses penyidikan. “Nanti akan didalami lebih lanjut pada tahap pemeriksaan di penyidikan,” kata Ali.

    Sebelumnya, KPK menetapkan Stepanus, penyidik KPK yang berasal dari kepolisian menjadi tersangka. KPK menyangka Robin bersama seorang pengacara bernama Maskur Husain menerima suap sebesar Rp 1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial. Syahrial memberikan uang itu agar kasusnya yang tengah diselidiki KPK tidak naik ke tahap penyidikan.

    KPK menjelaskan bahwa perkenalan antara Robin dan Syahrial diduga dimulai dari sebuah pertemuan di rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu Azis memperkenalkan penyidik KPK kepada Syahrial.

    Azis memperkenalkan Stepanus kepada Syahrial lantaran diduga Wali Kota Tanjungbalai itu memiliki permasalahan ihwal penyelidikan dugaan korupsi di pemerintahan daerahnya yang sedang dilakukan KPK. Harapannya, penyelidikan itu tidak naik ke tahap penyidikan. "Dan meminta agar SRP dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK," kata Ketua KPK Firli Bahuri.

    Azis mengaku tidak mengingat bahwa dia pernah bertemu dengan penyidik KPK bernama Robin. “Saya banyak pertemuan, secara khusus saya tidak tahu karena tamu saya banyak,” kata dia menanggapi kasus suap yang menjerat penyidik KPK.

    Baca juga: Ini Profil Penyidik KPK yang Diduga Terima Uang dari Wali Kota Tanjungbalai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.