Anggota DPR Minta Imigrasi Tak Sembarangan Izinkan WNA Masuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 13 Juli 2020. ANTARA

    Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 13 Juli 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengingatkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM tidak sembarangan mengizinkan masuk warga negara asing (WNA) ke Indonesia di saat kasus Covid-19 di negara asal masih sangat mengkhawatirkan.

    "Ketika kasus Covid-19 di satu negara tengah melonjak, justru kewaspadaan kita harus dinaikkan," ucap Sahroni, Jumat, 23 April 2021. Pernyataan tersebut merespons kedatangan 127 WNA asal India. Padahal kasus Covid-19 di India tengah meningkat tajam mencapai ratusan ribu per hari. 

    Ihwal kondisi di India, Sahroni menuturkan, imigrasi harus memperbaharui informasi dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi. "Imigrasi juga harus lebih berhati-hati dalam menerima WNA asal India. Jangan sampai menyebabkan lonjakan kasus juga di Indonesia," ujarnya.

    Politisi Partai NasDem itu meminta imigrasi untuk selalu memperbarui informasi terkini penanganan Covid-19 di negara-negara lain. Ia menilai jika kasus Covid-19 di satu negara sedang tinggi, maka status pembatasan kedatangan WNA harus dinaikkan.

    Upaya yang bisa dilakukan imigrasi mulai dari pengetatan, hingga pelarangan masuk. "Ini tidak lain untuk melindungi warga dan para tenaga kesehatan di dalam negeri yang juga belum usai perjuangan melawan pandemi Covid-19," ujar Sahroni ihwal . 

    Baca juga: Per 25 April, Pemerintah Setop Visa bagi WNA yang Pernah Kunjungi India


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.