Penyidik KPK dan Wali Kota Tanjungbalai Jadi Tersangka Suap

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan pemaparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi KPK di bidang pencegahan, penindakan, koordinasi, dan supervisi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan pemaparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi KPK di bidang pencegahan, penindakan, koordinasi, dan supervisi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Steppanus Robin Pattuju (SRP) dan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial (MS) ditetapkan sebagai tersangka kasus suap.

    "KPK meningkatkan perkara dan menetapkan tiga orang tersangka. Pertama saudara SRP, kedua MH, ketiga MS," kata Ketua KPK Firli Bahuri, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis malam, 22 April 2021. MH adalah adalah seorang pengacara.

    SRP diduga minta uang dengan nominal hampir Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial dengan iming-iming akan menghentikan kasusnya. KPK sedang menelusuri kasus jual beli jabatan yang diduga melibatkan Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial saat menjabat DPRD.

    "Uang itu telah diberikan dengan janji menghentikan kasusnya, padahal kasus terus berjalan bahkan wali kota sudah jadi tersangka," ujar sumber Tempo yang mengetahui kasus ini, Rabu 21 April 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H