Wakil Ketua DPR Minta Metode Dendritik Ala Terawan Tak Diperdebatkan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad seusai penyuntikan sel dendritik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, 22 April 2021. TEMPO/Putri

    Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad seusai penyuntikan sel dendritik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, 22 April 2021. TEMPO/Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad meminta agar metode terapi sel dendritik SARS-CoV-2 yang dikembangkan mantan Menteri Terawan Agus Putranto tak dipersoalkan. Dasco beralasan yang terpenting metode sel dendritik ini menjadi upaya untuk menekan laju Covid-19.

    "Bagi yang yakin untuk vaksin lain silakan, bagi yang yakin untuk terapi ini jangan dimasalahin dong," kata Dasco di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis, 22 April 2021.

    Dasco mengatakan para relawan yang memiliki komorbid merasa tak nyaman dengan vaksin Covid-19 yang ada. Dia mencontohkan, dirinya sudah beberapa kali mendapatkan perawatan di RSPAD Gatot Soebroto. Mulai dari metode cuci otak Terawan hingga terapi cellcure.

    "Kalau saya pilih ini ya itu jangan jadi polemik, orang apa namanya ini kita sendiri, kemauan kita sendiri," ujar politikus Gerindra ini.

    Dasco juga tak mempermasalahkan penamaan metode sel dendritik ini. Ia bahkan mengusulkan metode itu dinamai dendritik imunologi nusantara atau disingkat dinus. "Jangan diperdebatkan apakah dia namanya penelitian berbasis terapi sel, yang kami namakan tadi dendritik imunologi nusantara, dinus," kata dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: Gatot Cerita Kelakar Terawan Tak Masalah Nama Vaksin Nusantara Jadi Vaksin Getuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H