Kasus Suap Pajak, KPK Periksa PNS Ditjen Pajak dan Kepala Kantor Pajak Bantaeng

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA

    Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi akan memeriksa dua orang saksi dalam kasus dugaan suap terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Ditjen Pajak Kementerian Keuangan atau dugaan suap pajak.

    Saksi tersebut adalah seorang PNS Direktorat Pajak bernama Irawan dan Kepala KPP Pratama Bantaeng Sulawesi Selatan Wawan Ridwan.

    “Hari ini pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis, 22 April 2021.

    KPK sedang melakukan penyidikan kasus dugaan suap pajak pada Ditjen Pajak. Dengan adanya penyidikan itu, KPK telah menetapkan tersangka. Adapun nilai suap yang terjadi mencapai sekitar puluhan miliar rupiah.

    Pengumuman tersangka akan disampaikan saat tim penyidik KPK telah melakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan.

    Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK juga telah menggeledah beberapa lokasi seperti di Kantor PT Jhonlin Baratama di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada Kamis 18 Maret, Kantor Pusat PT Bank Panin, Jakarta Pusat pada Selasa 23 Maret, dan Kantor Pusat PT Gunung Madu Plantations di Provinsi Lampung, Kamis 25 Maret. Dari tiga lokasi itu, diamankan berbagai dokumen dan barang elektronik yang terkait kasus.

    KPK juga kembali menggeledah Kantor PT Jhonlin Baratama pada Jumat 9 April, namun KPK tidak menemukan barang bukti, karena diduga sengaja dihilangkan oleh pihak-pihak tertentu.

    Selain itu, KPK juga telah meminta Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk mencegah ke luar negeri terhadap dua pejabat Ditjen Pajak yang diduga terlibat suap, yaitu berinisial APA dan DR. Selain itu, empat orang lainnya juga dicegah terkait kasus tersebut, yaitu RAR, AIM, VL dan AS. Pencegahan berlaku selama enam bulan terhitung 8 Februari hingga 5 Agustus 2021.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.