Kemensos Menonaktifkan 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Tri Rismaharini saat jumpa pers, Rabu, 21 April 2021.

    Menteri Sosial Tri Rismaharini saat jumpa pers, Rabu, 21 April 2021.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menonaktifkan sekitar 21 juta data ganda penerima bantuan sosial setelah dilakukan pemutakhirkan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru.

    "New DTKS ini, karena kita melakukan pengontrolan data, sehingga ada hampir 21,1 juta data yang kita tidurkan," ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam konferensi pers, Rabu, 21 April 2021.

    Menurut Risma, sebelum dilakukan pemutakhiran, banyak masyarakat penerima bantuan yang memiliki data ganda. Akibatnya, satu orang warga bisa tercatat dalam berbagai program bantuan. Dengan adanya pemutakhiran ini, data yang dihimpun sudah tunggal sehingga penerima bantuan diharapkan tepat sasaran.

    Ke depan, setiap bulan Kemensos akan meminta laporan pembaharuan dari pemerintah daerah untuk kemudian diverifikasi lewat data dari Dirjen Dukcapil Kemendagri.

    Kemensos juga akan menggandeng perguruan tinggi memberikan masukan untuk memutuskan kepantasan penerima Bansos. "Masukan perguruan tinggi akan menjadi pertimbangan Kementerian Sosial dalam memutuskan kepantasan kepesertaan dalam program bantuan sosial," tuturnya.

    Data penerima bantuan sosial yang telah disalurkan maupun masih dalam proses dapat diakses melalui aplikasi berbasis web di http://cekbansos.kemensos.go.id.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H