Walikota Gorontalo Wujudkan Perbaikan Tiga Rumah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perbaikan salah satu dari tiga unit rumah yang mengalami musibah kebakaran. (Foto: Istimewa)

    Perbaikan salah satu dari tiga unit rumah yang mengalami musibah kebakaran. (Foto: Istimewa)

    INFO NASIONALBadan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Gorontalo terus memacu perbaikan tiga unit rumah yangtertimpa musibah kebakaran di tiga tempat berbeda, yakni Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana dan Kelurahan Paguyaman, Kecamatan KotaTengah.

    Baznas menargetkan, tigarumah inibisadapatditempatitigapemilikrumahitusebelum bulan suci Ramadan."Insya Allah sebelum umat muslim menjalankan ibadah puasa atau Ramadan, tiga rumah itu sudah bisa ditempati para pemiliknya," ujar KetuaBaznas Kota Gorontalo,Marzuki Pakaya ketika diwawancarai di kantornya, Rabu7 April.

    Menurut Marzuki, perbaikan tiga rumahini menelan anggaran Rp 120 juta.Setiap rumah membutuhkan biayaRp 40 Juta."Dana perbaikannya berasal dari zakat yang dikelola pihak kami,"katanya.

    Perbaikan tiga unit rumah yang tertimpa bencana ini merupakan bukti janji Walikota Gorontalo Marten Taha yang disampaikannya saat meninjau pasca tiga unit rumah tersebut hangus terbakar. “Insya Allah,rumahnya akan kami perbaiki.Nanti perbaikannya akan dilaksanakan oleh Baznas Kota Gorontalo," ujarnya kala itu.

    Marten mengatakan, meski rumah yang dibangun tidak seperti bangunan sebelumnya, namun bisa menjadi tempat para korban kebakaran berlindung dari panas dan hujan.“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi para korban," katanya.

    Pasca kejadian, tiga keluarga korban kebakaran ini hanya menempatirumah keluarganya masing-masing. Hal ini dikarenakan tempat tinggal mereka hanya tersisa puing-puing bangunan atau tak layak lagi untuk ditempati.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.