KPK Beberkan Puluhan Perusahaan Penyetor Duit ke Juliari Batubara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara memberikan kesaksian saat sidang yang berlangsung secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara memberikan kesaksian saat sidang yang berlangsung secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi membeberkan puluhan perusahaan yang menyetor duit ke mantan Menteri Sosial Juliari Batubara untuk mendapatkan jatah pengadaan sembako bantuan sosial Covid-19. Dalam dakwaan untuk Juliari disebut jumlah uang itu mencapai Rp 32 miliar lebih.

    Jaksa KPK Ikhsan Fernandi mengatakan Juliari memerintahkan bawahannya untuk mengumpulkan uang fee sebanyak Rp 10 ribu dari tiap paket bansos. Selain itu, Juliari juga meminta agar bawahannya, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso untuk mengumpulkan uang operasional.

    "Setelah terdakwa menunjuk Adi Wahyono sebagai kuasa pengguna anggaran, maka terdakwa memerintahkan agar Adi mengumpulkan uang fee sebesar Rp 10 ribu,” kata jaksa membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 21 April 2021.

    Jaksa mengatakan dari perintah itu Juliari mendapatkan Rp 1,28 miliar dari pengusaha Harry Van Sidabukke untuk penunjukkan perusahaan PT Pertani dan PT Mandala Hamonangan Sude. Kedua, Rp 1,95 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja untuk penunjukkan PT Tiga Pilar Agro Utama.

    Selain tiga perusahaan itu, jaksa mengatakan Juliari juga mendapatkan Rp 29,2 miliar dari puluhan perusahaan lainnya.

    Pada Mei 2020, Juliari menerima total Rp 1,7 miliar dari 18 perusahaan. Tiga perusahaan yang memberikan duit dengan jumlah paling banyak adalah PT Dharma Lantara Jaya, Puskop Yustisia Adil Makmur dan PT Bumi Pangan Digdaya.

    Berikut adalah daftar lengkap perusahaan yang didupa menyuap Juliari Batubara untuk mendapatkan jatah bansos dari tahap 1 sampai 12.

    Tahap 1 pada Mei sebesar Rp 1,7 miliar:

    1. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 170 juta
    2. PT Tahta Djaga Internasional Rp 150 juta
    3. PT Girimekar Abadi Jaya Rp 100 juta
    4. CV Bahtera Assa Rp 85 juta
    5. PT Andalan Persik International Rp 50 juta
    6. CV Moun Cino Rp 25 juta
    7. PT Girimekar Abadi Jaya Rp 50 juta
    8. CV Moun Cino Rp 25 juta
    9. Puskop Yustisia Adil Makmur Rp 250 juta
    10. Primer Koperasi Sehati Rp 30 juta
    11. PT Galasari Gunung Sejahtera Rp 50 juta
    12. PT Tujuh Putra Bersaudara Rp 50 juta
    13. PT Dharma Lantara Jaya Rp 475 juta
    14. PT Asricitra Pratama Rp 50 juta
    15. PT Andalan Pesik International Rp 50 juta
    16. PT Anugerah Bangun Kencana Rp 50 juta
    17. PT Bismacindo Perkasa Rp 50 juta
    18. PT Asricitra Pratama Rp 50 juta

    Tahap 3 pada akhir Mei 2020 sebesar Rp 1,7 miliar:

    1. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 170 juta
    2. PT Girimekar Abadi Jaya Rp 75 juta
    3. PT Andalan Pesik International Rp 50 juta
    4. CV Moun Cino Rp 30 juta
    5. CV Bahtera Assa Rp 80 juta
    6. PT Galasari Gunung Sejahtera, Rp 50 juta
    7. Primer Koperasi Sehati Rp 50 juta
    8. PT Riskaindo Jaya Rp 200 juta
    9. PT Afira Indah Megatama Rp 500 juta
    10. PT Spartan Mitra Selaras Rp 50 juta
    11. PT Anasta Foxconindo Rp 400 juta
    12. PT Anugerah Bangun Kencana Rp 50 juta
    13. CV Nurani Cemerlang Rp 25 juta
    14. PT Anomali Lumbung Artha Rp 50 juta

    Tahap komunitas 1 sebesar Rp 3,7 miliar pada Awal Juni-pertengahan Juli 2020:

    1. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 50 juta
    2. PT Asricitra Pratama Rp 50 juta
    3. PT Wira Cipta Perkasa Rp 1 miliar
    4. PT Akhtar Raihan Mora Utama Rp 100 juta
    5. PT Dutateknolayan Abaditama Rp 100 juta
    6. PT Big Group Indonesian Rp 300 juta
    7. PT Guna Nata Dirga Rp 600 juta
    8. CV Nurani Cemerlang Rp 50 juta
    9. PT Azura Cahaya Asia Rp 5 juta
    10. PT Raksasa Bisnis Indonesia Rp 300 juta
    11. PT Era Nusa Prestasi Rp 50 juta
    12. PT Citra Mutiara Bangun Persada Rp 600 juta
    13. PT Karunia Berkah Sejahtera Rp 550 juta

    Tahap 5 pada awal Juni 2020 sebesar Rp 5,8 miliar:

    1. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 120 juta
    2. PT Karunia Berkah Sejahtera Rp 550 juta
    3. PT Arvin Anugrah Kharisma Rp 150 juta
    4. PT Krishna Selaras Sejahtera Rp 600 juta
    5. PT Raksasa Bisnis Indonesia Rp 900 juta
    6. PT Mido Indonesia Rp 100 juta
    7. PT Pandawa Sentra Komputika Rp 600 juta
    8. PT Lestari Jayantha Nirmala Rp 1,2 miliar
    9. PT Era Nusa Prestasi Rp 32 juta
    10. PT Kirana Catur Arjuna Rp 250 juta
    11. PT Asricitra Pratama Rp 50 juta
    12. PT Guna Nata Dirga Rp 600 juta
    13. PT Anomali Lumbung Artha Rp 50 juta
    14. PT Afira Indah Megatama Rp 600 juta
    15. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 50 juta.

    Tahap 6 pada akhir Juni 2020 sampai awal Juli 2020 sebanyak Rp 5,5 miliar:

    1. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 100 juta
    2. PT Laras Makmur Sentosa Rp 600 juta
    3. PT Wira Cipta Perkasa Rp 600 juta
    4. PT Dwi Inti Putra Rp 50 juta
    5. PT Guna Nata Dirga Rp 825 juta
    6. PT Putra Swarnabhumi Rp 50 juta
    7. PT Riskaindo Jaya Rp 500 juta
    8. PT Multi Wira Mandiri Rp 120 juta
    9. PT Mido Indonesia Rp 40 juta
    10. PT Restu Sinergi Pratama Rp 700 juta
    11. PT Rezeki Selaras Mandiri Rp 300 juta
    12. PTAnugerah Bangun Kencana Rp 500 juta
    13. PT Total Abadi Solusindo Rp 50 juta
    14. PT Asricitra Pratama Rp 50 juta
    15. PT Trimedia Imaji Rekso Abadi Rp 450 juta
    16. PT Thara Jaya Niaga Rp 50 juta
    17. PT Era Nusa Prestasi Rp 20 juta
    18. PT Anomali Lumbung Artha Rp 50 juta
    19. PT Karunia Berkah Sejahtera Rp 270 juta
    20. PT Subur Jaya Gemilang Rp 250 juta

    Tahap 7 sebesar Rp 1,9 miliar pada pertengahan Juli sampai akhir Juli 2021:

    1. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 100 juta
    2. PT Global Tri Jaya Rp 100 juta
    3. PT Trimedia Imaji Rekso Abadi Rp 425 juta
    4. PT Toima Jaya Bersama Rp 300 juta
    5. PT Asricitra Pratama Rp 50 juta
    6. PT Mido Indonesia Rp 25 juta
    7. PT Bismacindo Perkasa Rp 50 juta
    8. PT NDT Indonesia Rp 570 juta
    9. PT Brahman Farm Rp 300 juta
    10. PT Dutateknolayan Abaditama Rp 25 juta

    Tahap 8 sebesar Rp 2 miliar:

    1. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 100 juta
    2. PT Asricitra Pratama Rp 100 juta
    3. PT Hohian Putra Jaya Rp 300 juta
    4. PT Era Nusa Prestasi Rp 30 juta
    5. PT Inti Jasa Utama Rp 300 juta
    6. PT Gosyen Sejahtera Utama Rp 250 juta
    7. PT Multi Wira Mandiri Rp 375 juta
    8. PT. Laras Makmur Sentosa Rp 570 juta

    Tahap 9 sebesar Rp 1,3 miliar pada Agustus 2020:

    1. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 90 juta
    2. PT Asricitra Pratama Rp 100 juta
    3. PT Total Abadi Solusindo Rp 500 juta
    4. PT Brahman Farm Rp 250 juta
    5. PT Rubi Convex Rp 240 juta
    6. PT Putra Swarnabhumi Rp 200 juta

    Tahap 10 pada akhir Agustus sampai September 2020 sebanyak Rp 150 juta:

    1. PT Bumi Pangan Digdaya Rp 50 juta
    2. PT Asricitra Pratama Rp 100 juta

    Tahap 11 pada September hingga Oktober 2020 total Rp 1,6 miliar:

    1. PT Inti Jasa Utama Rp 600 juta
    2. PT Restu Sinergi Pratama Rp 1 miliar

    Tahap 12 pada November 2020:

    1. PT Hohian Putra Jaya sebesar Rp 150 juta.

    Tahap Komunitas 2 Rp 2,5 miliar:

    1. PT Topindo Raya Sejati Rp 1 miliar
    2. PT Rubi Convex Rp 150 juta
    3. PT Hohian Putra Jaya Rp 300 juta
    4. PT Kediri Surya Nusantara Rp 200 juta
    5. PT Inti Jasa Utama Rp 620 juta
    6. PT Laras Makmur Sentosa Rp 300 juta

    Dari Adi Wahyono Rp 700 juta:

    1. PT Anomali Lumbung Artha RP 200 juta
    2. PT Integra Padma Mandiri Rp 50 juta
    3. PT Bismacindo Perkasa Rp 100 juta
    4. PT Asri Citra Rp 100 juta
    5. PT Brahman Farm Rp 50 juta
    6. CV Nurani Cemerlang Rp 50 juta
    7. PT Total Abadi Solusi Rp 100 juta
    8. PT Duta Abadi Teknolayan Rp 50 juta

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.