Moeldoko Tegaskan Reshuffle Kabinet yang Tahu Hanya Presiden Jokowi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) berjalan keluar gedung usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) berjalan keluar gedung usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko enggan menanggapi berbagai spekulasi yang menyebutkan dirinya akan dicopot seiring menguatnya isu reshuffle Kabinet Jokowi. "Yang tahu hanya presiden," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 20 April 2021.

    Moeldoko mengaku tidak tahu-menahu ihwal kemungkinan Presiden Jokowi melakukan reshuffle besar-besaran seiring rencana pembentukan nomenklatur baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kemenristek-Dikbud serta Kementerian Investasi.

    "Untuk reshuffle yang tahu hanya presiden," tuturnya singkat.

    Sebelumnya, spekulasi beredar usai elite PKB Luqman Hakim menyebut menteri yang bakal kena reshuffle kabinet berinisial M. Setidaknya ada empat anggota kabinet Jokowi yang inisialnya M.

    Mereka adalah Menko Polhukam Mahfud Md, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

    Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo  menilai Moeldoko patut diganti usai kisruh Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat. "Manuver Moeldoko ini berpotensi menurunkan citra Presiden dan menurunkan kewibawaan lembaga KSP," ujar Ari dalam diskusi daring, Jumat, 16 April 2021 menanggapi isu reshuffle Kabinet Jokowi.

    Baca juga: PAN Sudah Siapkan Kader Terbaik Jika Diajak Masuk Kabinet Jokowi

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.