PAN Sudah Siapkan Kader Terbaik Jika Diajak Masuk Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus menyatakan partai sudah menyiapkan kader-kader terbaik jika nantinya diajak bergabung masuk ke dalam kabinet oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Kami siap berkontribusi bagi bangsa dan negara, apa pun pos yang diamanatkan nantinya. Siapa pun orangnya, bagi PAN tidak ada persoalan," ujarnya lewat keterangan tertulis, Selasa, 20 April 2021.

    Namun, Guspardi menyebut sampai saat ini PAN belum menerima kepastian secara resmi dari Istana ihwal tawaran masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju. PAN, ujar Guspardi, masih dalam posisi menunggu.

    "PAN akan menghormati apa pun keputusan Jokowi terkait wacana perombakan kabinet. Jika diajak bergabung tentu itu merupakan apresiasi Presiden kepada PAN untuk memperkuat pemerintahan," tuturnya.

    Partai Amanat Nasional kembali dikabarkan akan bergabung ke kabinet Jokowi seiring dengan kabar reshuffle kabinet belakangan ini. Presiden Jokowi bahkan dikabarkan sudah memanggil politikus PAN. 

    Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian belum bisa memastikan apakah penunjukan menteri untuk pos baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Kementerian Investasi, akan diikuti dengan reshuffle kabinet atau tidak.

    "Reshuffle, sekali lagi, itu hak prerogatif presiden. Apakah hanya kementerian baru atau reshuffle yang lebih luas, itu semua berpulang pada evaluasi dan keputusan presiden (Jokowi). Kita bersabar saja. Kita tunggu," ujar Donny kepada wartawan, Sabtu, 17 April 2021.

    Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet, KSP: Presiden Jokowi Evaluasi Kinerja Menteri

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.