Kilas Nasional: Gejolak PKB dan PPKM Mikro Diperpanjang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yenny Wahid menyampaikan sambutan dalam peresmian aula dan Masjid KH Abdurahman Wahid di Gedung BP2MI, Jakarta, Minggu, 31 Januari 2021. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) meresmikan nama Aula dan Masjid atas nama mendiang Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Yenny Wahid menyampaikan sambutan dalam peresmian aula dan Masjid KH Abdurahman Wahid di Gedung BP2MI, Jakarta, Minggu, 31 Januari 2021. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) meresmikan nama Aula dan Masjid atas nama mendiang Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga berita di kanal Nasional Tempo.co layak diulas kembali. Dua berita pertama ialah tentang gejolak di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Terakhir tentang pemerintah yang memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Simak rangkumannya

    Muncul Nama Yenny Wahid

    Mantan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ahmad Zamakhsyari mengatakan beredarnya nama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid sebagai kandidat pengganti Muhaimin Iskandar merupakan aspirasi kader daerah.

    Ahmad menceritakan bahwa hal itu bermula dari kekecewaan kader daerah karena banyak pelanggaran terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai hasil Muktamar di Bali, penggantian DPC dan DPW yang sepenuhnya diambil alih DPP.

    "Dan riak-riak seperti itu mengarah kader-kader di bawah menginginkan Mbak Yenny dan Gus Yaqut untuk bisa tampil sebagai ketua umum atau sekjen," kata Ahmad kepada Tempo, Senin, 19 April 2021.

    Menurut Ahmad, aspirasi kader daerah juga merupakan keinginan dirinya sebagai mantan Ketua GP Ansor cabang Karawang. "Saya enggak kenal sama Gus Yaqut kan. Anggap lah semua itu hanya keinginan seorang kader Ansor lama kepada beliau-beliau yang hari ini duduk di pengurus pusat," ujarnya.

    Nama Yenny Wahid dan Gus Yaqut sebelumnya digadang-gadang menjadi pengganti Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai ketua umum PKB. Dalam pemberitaan Majalah Tempo edisi Senin, 19 April 2021, nama keduanya beredar di kalangan pengurus dan mantan pengurus PKB di daerah. Foto Yenny dan Yaqut juga terpampang dalam poster digital bertulisan "2021 saatnya PKB kembali ke Ciganjur".

    Namun Gus Yaqut membantah kabar ia bermanuver mendorong muktamar luar biasa. "Kok tiba-tiba dikesankan seolah-olah saya ada masalah atau sedang bermasalah. Enggak ada. PKB tuh kompak. Coba cek, PKB tuh solid," katanya usai menemui Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

    Gus Yaqut Tegaskan PKB Solid

    Setelah dikabarkan melakukan manuver untuk mendorong muktamar luar biasa, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menemui Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

    Pada Senin sore, 19 April 2021, Yaqut menyambangi Kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh, Jakarta. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam. "Yang jelas saya ini ke sini berarti solid, enggak ada apa-apa. Saya menunjukkan PKB enggak ada apa-apa," ujar Yaqut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H