Menkes Budi Gunadi Jelaskan Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di India

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Ia mengatakan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin baik dan program vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan, jangan sampai justru membuat masyarakat lengah.

    "Di India kenaikan jumlah kasusnya melonjak dengan sangat tinggi di saat di mana vaksinasinya sukses dan jumlah kasusnya turun drastis," kata Budi dalam konferensi pers daring, Senin, 19 April 2021.

    Budi mengatakan fenomena lonjakan kasus Covid-19 di India itu terjadi karena dua penyebab. Pertama adalah karena adanya mutasi Covid-19 baru yang terjadi di sana. Di Indonesia, meski mutasi Covid-19 juga sudah ditemukan, namun ia menegaskan jumlahnya masih sangat sedikit insidennya.

    "Kedua yang paling penting adalah karena mereka sudah vaksinasinya tinggi, jumlah konfirmasi kasusnya menurun, mereka lupa, mereka kurang waspada. Mereka mengendurkan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," kata Budi.

    Di Indonesia, penurunan jumlah kasus aktif Covid-19 terjadi setelah pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dan vaksinasi Covid-19 yang mulai berjalan sejak Februari. Hal ini juga berhasil menekan angka keterisian rumah sakit yang sebelumnya sempat melonjak drastis pada awal tahun.

    Memasuki Ramadan ini, pemerintah pun terus meminta masyarakat agar tetap waspada. Bahkan mudik lebaran dipastikan dilarang.

    "Kalau itu bisa kita tetap jalankan, Inshaallah di masa Ramadan ini dan Idulfitri kita tidak usah mengalami seperti yang ada di India," kata Menkes Budi Gunadi.

    Baca juga: Efek Embargo, Menkes Budi Sebut Ada 100 Juta Vaksin Covid-19 Terhambat Tiba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H