Menag Gus Yaqut: Mudik Itu Sunnah, Jaga Kesehatan Bersama Wajib

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. ANTARA/HO Kementerian Agama

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. ANTARA/HO Kementerian Agama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, mengatakan bahwa larangan mudik yang diterapkan pemerintah dalam Ramadan tahun ini, memiliki dasar hukum agama yang jelas. Karena itu, ia meminta masyarakat agar dapat bersabar dan tak melaksanakan mudik.

    "Karena kita memiliki dasar mudik itu hukumnya sunnah. Sementara menjaga kesehatan diri kita, menjaga kesehatan keluarga, menjaga kesehatan lingkungan kita, itu wajib. Jangan sampai apa yang wajib itu digugurkan oleh yang sunnah," kata Gus Yaqut dalam konferensi pers daring, Senin, 19 April 2021.

    Yaqut mengatakan larangan mudik ini lebih ditekankan karena pemerintah ingin melindungi diri seluruh warga negara agar terjaga dari penularan Covid-19. Ia mengatakan dengan sikap bersabar, Allah akan member hasil yang baik untuk kita semua dan bangsa dan negara.

    "Inshaallah kita tak akan kehilangan pahala sedikit pun jika tetap mendahulukan yang wajib daripada mendahulukan yang sunnah," kata Gus Yaqut.

    Ia pun mengingatkan kembali bahwa di Ramadan tahun ini, ibadah sunnah seperti salat tarawih berjamaah masih diperbolehkan. Namun pelaksanaannya wajib menrrapamengan pembatasan 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

    "Itu pun hanya bisa dilakukan di zona hijau dan zona kuning. Untuk merah dan oranye tetap kita tak memberikan kelonggaran," kata Gus Yaqut.

    Selain itu, terkait dengan malam takbir Idul Fitri, ia mengatakan pemerintah juga tetap akan memberi izin. Namun dalam penerapannya, tak boleh dilakukan takbiran keliling yang umum dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Takbiran keliling, kata dia, berpotensi menimbulkan kerumunan dan memperbesar potensi penularan Covid-19. "Takbir keliling tak kami perkenankan. Takbir silakan di dalam masjid atau musala, supaya menjaga kesehatan kita semua dari Covid-19. Itu pun tetap dengan pembatasan, 50 persen dari kapasitas musala," kata dia.

    Baca: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sambangi DPP PKB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H