Kasus Bansos, Penyuap Juliari Batubara Dituntut 4 Tahun Bui

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara diambil sumpahnya sebelum memberikan kesaksian saat sidang yang berlangsung secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Juliari menjadi saksi dalam sidang terdakwa Harry Van Sidabuke dan Ardian Iskandar, dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara diambil sumpahnya sebelum memberikan kesaksian saat sidang yang berlangsung secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Juliari menjadi saksi dalam sidang terdakwa Harry Van Sidabuke dan Ardian Iskandar, dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut penyuap Juliari Batubara, Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja empat tahun penjara. Jaksa menganggap Ardian terbukti menyogok Menteri Sosial Juliari Peter Batubara supaya perusahannya mendapatkan jatah proyek pengadaan bantuan sosial Covid-19.

    “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa penjara selama 4 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan,” kata jaksa KPK Nur Aziz membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 19 April 2021.

    Nur Azis mengatakan Ardian terbukti memberikan uang kepada Juliari, melalui dua bawahannya Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Jumlah uang yang diberikan mencapai Rp 1,95 miliar. Setelah memberikan uang, perusahaan Ardian mendapatkan jatah pengadaan sebanyak 115 ribu paket bansos Covid-19 pada tahap 9, 10 dan 12.

    Jaksa menimbang hal yang memberatkan, Ardian dianggap tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Sementara pertimbangan yang meringankan, Ardian berterus terang dan sopan selama persidangan.

    Dalam perkara yang sama, KPK juga menetapkan Juliari dan dua Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso menjadi tersangka. KPK menyangka Juliari menarik uang komitmen sebanyak Rp 10 ribu per paket dari para vendor penyedia sembako bansos Covid-19. Persidangan mereka akan segera dilakukan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

    Baca: Pejabat Kemensos Minta Jatah Bansos, Harry Van Sidabukke: Bilang Ada Keperluan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.