Soal Tawaran Masuk Kabinet Jokowi, PAN: Bahasanya Belum Resmi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memberikan keterangan setelah menggelar pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memberikan keterangan setelah menggelar pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menyatakan sampai saat ini partainya belum mendapat tawaran secara resmi untuk bergabung di kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Bahasanya belum resmi," ujar Saleh saat dihubungi Tempo, Senin, 19 April 2021.

    Ia enggan menjelaskan seperti apa bahasa tidak resmi yang dimaksud itu. "Tulis begitu saja," tuturnya.

    Saleh menyebut, PAN mengapresiasi jika ada tawaran yang disampaikan. PAN menganggap tawaran itu sebagai bagian dari penilaian atas performa politik PAN di pentas nasional.

    Namun karena belum ada tawaran secara resmi, Saleh menyebut belum ada pembahasan ihwal kader PAN yang akan diusulkan masuk kabinet. "Kalau mau membicarakan itu, tunggu tawarannya dulu. Kalau tawaran sudah ada, ada alasan untuk membicarakannya di internal. Kalau sudah resmi, pasti dibicarakan di internal kami," tuturnya.

    PAN kembali dikabarkan akan bergabung ke kabinet Jokowi seiring dengan mencuatnya kabar reshuffle belakangan ini. Presiden Jokowi bahkan dikabarkan sudah memanggil politikus PAN. 

    Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian belum bisa memastikan apakah penunjukkan menteri untuk pos baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Kementerian Investasi, akan diikuti dengan reshuffle kabinet atau tidak.

    "Reshuffle, sekali lagi, itu hak prerogatif Presiden Jokowi. Apakah hanya kementerian baru atau reshuffle yang lebih luas, itu semua berpulang pada evaluasi dan keputusan presiden. Kita bersabar saja. Kita tunggu," ujar Donny kepada wartawan, Sabtu, 17 April 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H