Kilas Nasional: Dukungan Pakar ke BPOM dan Ibu Kota Baru Berkonsep Smart City

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan POM Penny K. Lukito memberikan keterangan penerbitan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk Vaksin COVID-19 di Kantor Badan POM, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Badan POM mengeluarkan penerbitan EUA untuk vaksin Coronavac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech dengan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen berdasarkan dari hasil uji klinik di Bandung. ANTARA/HO/Humas BPOM

    Kepala Badan POM Penny K. Lukito memberikan keterangan penerbitan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk Vaksin COVID-19 di Kantor Badan POM, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Badan POM mengeluarkan penerbitan EUA untuk vaksin Coronavac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech dengan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen berdasarkan dari hasil uji klinik di Bandung. ANTARA/HO/Humas BPOM

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanal Nasional Tempo.co merangkum dua berita yang menjadi perhatian pembaca di akhir pekan ini. Pertama soal dukungan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di tengah polemik proses pembuatan vaksin Nusantara.

    Berikutnya tentang Presiden Jokowi yang ingin ibu kota baru berkonsep smart city dan bisa menjadi rujukan bagi negara-negara dunia. Berikut rangkumannya. 

    Pakar dan Tokoh Nasional Dukung BPOM

    Sejumlah tokoh nasional menyatakan dukungan terhadap BPOM. "Kami yang nama-namanya tercantum di bawah ini bersikap pada pendirian BPOM yang merupakan badan resmi di Indonesia dan bekerja berdasarkan prosedur-prosedur disiplin dan integritas ilmiah," kata Anggota Transparency International Indonesia (TII) Natalia Soebagjo dalam pernyataannya, Sabtu, 17 April 2021.

    Natalia meminta semua pihak untuk membiarkan BPOM bekerja dengan tenang bersama tim pakarnya. Ia percaya pada integritas ilmu dan independensi lembaga tersebut. Selama ini, kata Natalia, BPOM telah mengabdi menjaga kesehatan masyarakat.

    "Mereka yang bekerja di BPOM membuktikan diri sebagai patriot tanpa banyak retorika, teguh menghadapi tekanan. Kami warga republik berdiri bersama mereka," katanya.

    Natalia dan sejumlah tokoh nasional menegaskan bahwa mereka menghargai setiap penelitian dan pengembangan vaksin maupun obat sebagai ikhtiar melawan pandemi. "Namun tentu tetap mengindahkan asas ilmiah," ujarnya.

    Sejumlah tokoh yang menghadiri pernyataan dukungan kepada BPOM, di antaranya ada komisioner KPK 2003-2007 Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Direktur RSCM Akmal Taher, Profesor Mikrobiologi UI Pratiwi Sudarmono, praktisi pendidikan Henny Supolo.

    Lalu ada epidemiolog UI Pandu Riono, Guru Besar Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran UI Idris Idham, pakar obat herbal dari Fakultas Kedokteran UI Purwantyastuti.

    Selanjutnya, cendekiawan muslim Azyumardi Azra, mantan Menteri Pertambangan dan Energi Kuntoro Mangkusubroto, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Mayling Oey, dan rektor Universitas Indonesia periode 2014–2019 Muhammad Anis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H