Kominfo Luncurkan Modul Literasi Digital Untuk Bangun 'Imunitas' Warga dari Pengaruh Negatif Dunia Digital

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahun 2021 ditargetkan 12,4 juta masyarakat semakin cakap digital. Dok: Kominfo

    Tahun 2021 ditargetkan 12,4 juta masyarakat semakin cakap digital. Dok: Kominfo

    INFO NASIONAL - Bertempat di Grand City Surabaya, Menteri  Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, meluncurkan 4 (empat)  modul literasi digital : (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia  Digital; (3) Etis Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital. 

    Kesemuanya disusun berdasarkan pada 4 (empat) pilar literasi digital  yang utama, yaitu digital culture, digital safety, digital ethics, dan  digital skills. Modul ini merupakan manifestasi kolaborasi dari Gerakan  Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Jaringan Penggiat Literasi  Digital (Japelidi) dan Kementerian Kominfo.  

    Kegiatan ini dilakukan serempak di lima kota yaitu Surabaya, Tangerang  Selatan, Aceh, Yogyakarta, dan Lampung. Peluncuran modul dilakukan  oleh Menteri Kominfo bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar  Parawansa; Nicholas Saputra; Yosi Mokalu; Cak Percil; Frida  Kusumastuti; dan Dirjen Aptika, Semuel Pangerapan. 

    Kegiatan ini dihadiri sekitar 3.300 peserta dari seluruh kota/kabupaten  secara daring; 250 peserta secara luring di lima kota, dengan  menjalankan protokol kesehatan; serta 10 ribu penonton dari berbagai  kabupaten/kota di Indonesia melalui saluran YouTube. 

    Peluncuran modul, diawali dengan penyelenggaraan 8 (delapan) workshop yang bertemakan : Terampil Mengajar di Era Digital; Makin Cakap Digital; Internet AmanStrategi Melawan Hoaks di Dunia Digital; Makin Cakap  Digital dengan Beretika & Berbudaya di Dunia Maya; ; Tenaga Pendidik  Makin Cakap Digital; Profesi Baru di Era Digital; Kelas Creative Copy Writing untuk Pemula; dan Makin Cakap Digital dengan Bertoleransi di  Dunia Maya. 

    “Tantangan global di era Revolusi Industri 4.0 serta pandemi COVID-19 kian  memicu dan memacu akselerasi pemanfaatan teknologi informasi dan  komunikasi (TIK) sebagai platform esensial dalam hidup bermasyarakat.  Pemerintah paham betul bahwa kita semua harus siap untuk terus update  dan upgrade teknologi digital dalam melayani masyarakat,” ujar Johnny G  Plate 

    “Terkait dengan infrastruktur digital, Kementerian Kominfo bersama dengan  ekosistem terkait tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur  telekomunikasi untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki  akses internet memadai di seluruh penjuru Nusantara. Namun demikian  perlu diingat bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi wajib  dibarengi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan  memanfaatkan layanan internet tersebut. Tanpa kesiapan SDM, ruang  digital justru berpotensi digunakan untuk tujuan penyebaran konten negatif  seperti penipuan daring, perjudian, prostitusi online, disinformasi atau  hoaks, pencurian data pribadi, perudungan siber (cyberbullying),  ujaran kebencian (hate speech), penyebaran paham  radikalisme/terorisme di ruang digital, dan sebagainya, ” tambah  Johnny. 

    “Kebutuhan akan Sumber Daya Manusia yang handal dalam bidang Teknologi  Informasi dan Komunikasi (TIK) ini sangat mendesak untuk diupayakan secara  masif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa  Indonesia sedang mengalami digital talent gap atau kesenjangan talenta digital,  dimana kita membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun; atau rata- rata 600.000 talenta digital setiap tahunnya,” seru Johnny.  

    Menteri Kominfo menambahkan bahwa sadar kebutuhan akan talenta yang  begitu besar ini, Kementerian Kominfo menggunakan pendekatan komprehensif  yang mencakup 3 (tiga) tingkatan kecakapan digital. Di level advanced atau  tingkat lanjutan, program Digital Leadership Academy (DLA) diinisiasi untuk  meningkatkan kapasitas pembuat kebijakan digital (digital decision maker) baik di sektor publik maupun privat. Program ini ditujukan untuk 300 leaders dan dilakukan secara daring, mengingat situasi pandemi Covid-19, dengan  menggandeng pusat-pusat pengembangan ekosistem digital global di  Tiongkok, India, Singapura, Estonia, Amerika Serikat, dan sebagainya.  

    “Di tingkat menengah (intermediate digital skill), program Digital Talent  Scholarship (DTS) juga diadakan untuk memberikan pelatihan teknis bagi para  angkatan kerja muda, lulusan baru, profesional, dan elemen masyarakat  lainnya. Program ini mengajarkan berbagai kecakapan era digital seperti  artificial intelligence, machine learning, cloud computing, cybersecurity,  digital entrepreneurship, digital communication, dan sebagainya. Tahun  2021 ini, kami memberikan 100.000 beasiswa DTS untuk masyarakat  Indonesia dengan tema-tema seperti tersebut sebelumnya,” tambah Johnny 

    “Sedangkan, di tingkat kecakapan digital yang dasar (basic digital skill),  pengembangan literasi digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital  (GNLD) Siberkreasi terus digencarkan agar dapat mencapai 12,4 juta  masyarakat di tahun 2021 ini. Program yang begitu masif ini dikerjakan  secara kolaboratif bersama dengan 34 Pemerintah Provinsi dan 514  Pemerintah Kabupaten/Kota bersama dengan Project Implementation  Unit (PIU) di Kementerian Kominfo. Target yang ditetapkan akan  diimplementasikan melalui lebih dari 20.000 kegiatan di tahun ini. Artinya,  jika kita memulai program pada bulan April ini, maka akan diselenggarakan  sekitar 75 kegiatan per hari secara serempak di berbagai pelosok negeri  sampai akhir tahun,” seru Johnny. 

    “Hari ini tentu sangat istimewa mengingat acara ini menandai dimulainya  program besar Gerakan Nasional Literasi Digital yang menjadi bagian  agenda Transformasi Digital Nasional. Provinsi Jawa Timur sengaja dipilih  mengingat target peserta literasi digital di provinsi ini merupakan salah satu  yang terbesar, dimana 1,5 juta orang akan terliterasi digital melalui lebih  dari 2.500 kegiatan di 38 kota/kabupaten pada tahun 2021 dan akan  berlanjut setidaknya sampai tahun 2024 nanti,” ujar Johnny 

    “Panduan Kurikulum dan Seri Modul Literasi Digital tersebut bertujuan untuk menjadi rujukan pengembangan kompetensi digital SDM Indonesia, baik melalui  sektor pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Keempat modul ini  melengkapi lebih dari 100 buku panduan literasi digital yang telah  diterbitkan sebelumnya dan telah diunduh lebih dari setengah juta kali di  website literasidigital.id,” tutup Johnny. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.