Warga Sipil Tewas Diserang Orang Tak Dikenal, Polda Papua Duga Pelakunya KKB

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal (kiri) dan Komisioner KPU Papua Zufri Abubakar (kanan) saat dialog interaktif di RRI Nusantara V Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Kamis 10 September 2020. ANTARA /HO-Humas Polda Papua

    Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal (kiri) dan Komisioner KPU Papua Zufri Abubakar (kanan) saat dialog interaktif di RRI Nusantara V Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Kamis 10 September 2020. ANTARA /HO-Humas Polda Papua

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang warga sipil tewas ditembak oleh diduga kelompok bersenjata di Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Puncak Papua, pada 15 April 2021. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal menceritakan, kejadian bermula ketika korban bernama Ali Mom dihubungi seorang tak dikenal dan menyuruhnya membelikan si penelpon rokok dan pinang. 

    "Seseorang itu meminta korban untuk barang belanjaan tersebut diantarkan ke Kampung Uloni, Distrik Ilaga Kabupaten Puncak. Korban pun memenuhi permintaan tersebut dan mengantar barang-barang tersebut, menggunakan sepeda motor Jupiter MX-king," ujar Kamal melalui keterangan tertulis pada Jumat, 16 April 2021.

    Sesampainya di pinggir jalan kampung, korban dihadang oleh kelompok bersenjata dan ditembak serta diserang pada bagian kepala. Sepeda motor yang digunakan korban pun dibakar oleh kelompok bersenjata. 

    Esok harinya, sekitar pukul 06.30 WIT, warga bersama keluarga korban, mendatangi lokasi kejadian dan membawa korban ke rumah duka. 

    Kepolisian menduga pelaku adalah kelompok bersenjata pimpinan Lekagak Telenggen yang sebelumnya melakukan penembakan terhadap tukang ojek dan membakar helicopter di Bandara Ilaga.

    "Kami belum bisa menyimpulkan kasus penembakan itu, apalagi korban merupakan orang asli Kabupaten Puncak. Belum diketahui motif dari aksi penembakan tersebut. Saat ini personil gabungan masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap KKB," kata Kamal. 

    ANDITA RAHMA

    Baca: Tak Ada Pesawat Singgah di Beoga Papua, Kapolsek: Makanan Hanya Cukup 3 Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.