Kepolisian Berjaga 24 Jam Cegah Mudik Lebaran di Jalur Selatan Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean kendaraan pemudik melintas di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019. Memasuki H+2 Lebaran arus balik di jalur selatan menuju Bandung dan Jakarta terpantau padat. ANTARA/Adeng Bustomi

    Antrean kendaraan pemudik melintas di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019. Memasuki H+2 Lebaran arus balik di jalur selatan menuju Bandung dan Jakarta terpantau padat. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Istiono menyatakan petugas akan berjaga di pos penyekatan selama 24 jam untuk mencegah mudik Lebaran, khususnya di jalur selatan Jawa Barat. Jalur tersebut biasanya paling banyak dilalui pemudik jelang Lebaran.

    "Ini penting jalur selatan kita cek karena salah satu jalur utama. Tujuan paling banyak untuk mudik ini ke jalur Banyumas," kata Istiono, Kamis, 15 April 2021.

    Kakorlantas mensurvei sejumlah pos penyekatan yang ada di jalur selatan untuk memastikan kesiapan anggota sebelum kebijakan larangan mudik Lebaran berlaku pada 6-17 Mei 2021.

    Istiono bersama pihak berkepentingan lainnya menyusuri jalur yang berdiri pos-pos penyekatan mulai dari Polres Cilacap, Polres Banjar, Polres Ciamis, sampai Cileunyi. "Ini jalur penting. Kesiapan dari Kapolres Tasik, Ciamis, dan Banjar sudah all out, bagus sekali dan tinggal sekarang mengaturnya saja," ujar Istiono. Ia juga memastikan kesiapan di jalur tikus yang kerap dilalui pemudik. 

    Kakorlantas menyatakan ada empat jalur di Jawa Barat yang perlu diwaspadai, yakni jalur pantura, jalur tengah, jalur selatan, dan jalur-jalur selatan lainnya. Istiono menekankan petugas akan selama 24 jam di masa pemberlakuan larangan mudik Lebaran. 

    Petugas jaga dibagi tiga sif dalam satu hari. "Kami all out 24 jam. Setiap sif 8 jam. Jadi, tugas kami semua siap 24 jam penuh untuk menjaga pos," kata Istiono.

    Menurut Istiono, pemberlakuan tiga sif untuk memastikan tidak ada masyarakat yang lolos dari pengawasan aparat. Pada tahun sebelumnya pemudik akan melakukan berbagai upaya untuk lolos dari penyekatan di pos yang sudah dipersiapkan.

    "Ada 333 titik pos penyekatan. Ini kami tambah dari hasil evaluasi pada tahun lalu, yaitu 146 titik. Penambahan ini termasuk di jalur-jalur tikus," tutur Istiono.

    Ihwal sanksi, Istiono menegaskan, pemudik yang pulang kampung di tengah kebijakan larangan mudik Lebaran hanya diminta putar balik ke daerah asal. Ia menegaskan bahwa operasi keselamatan ini merupakan operasi yang mengedepankan humanis dan persuasif.

    Baca juga: Korlantas Antisipasi Jawa Tengah, Wilayah Paling Banyak Dituju Pemudik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.