Kementan Ajak Petani Sukoharjo Gunakan Asuransi Akibat Serangan Hama

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serangan hama terhadap lahan pertanian di Sukoharjo, berpotensi menyebabkan gagal panen.

    Serangan hama terhadap lahan pertanian di Sukoharjo, berpotensi menyebabkan gagal panen.

    INFO NASIONAL - Serangan hama terhadap lahan pertanian di Sukoharjo, Jawa Tengah, semakin tinggi. Kondisi ini dikhawatirkan berpotensi menyebabkan gagal panen. Untuk menghindari kerugian, Kementerian Pertanian mengajak para petani untuk menggunakan asuransi.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, asuransi akan membantu petani menghadapi kondisi buruk akibat gagal panen. "Kita akan selalu mengajak petani untuk menggunakan asuransi. Karena asuransi bisa membuat petani tenang dalam beraktivitas. Asuransi memiliki klaim yang akan disalurkan saat terjadi gagal panen," tutur Mentan Syahrul, Kamis (15/4).

    Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menjelaskan lebih lanjut mengenai hal itu. "Klaim yang akan diberikan asuransi adalah sebesar Rp 6 juta per hektar. Dengan dana ini, petani tetap memiliki modal untuk tanam kembali sekaligus menjaga produksi," katanya.

    Ditambahkan oleh Sarwo Edhy, asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana. "Asuransi akan membantu petani dengan mengcover lahan dari ancaman gagal panen akibat perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, juga serangan organisme pengganggu tanaman dan hama," jelasnya.  

    Fenomena meningkatnya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di Sukoharjo belakangan ini salah satunya disebabkan adanya anomali cuaca dalam satu tahun terakhir. “Jadi, salah satu penyebab tingginya OPT di Sukoharjo karena adanya anomali cuaca dalam setahun belakangan ini,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti.

    Lebih lanjut Netty mengatakan, tahun lalu serangan OPT untuk hama penggerek batang menyerang 295 hektare (ha) tanaman. Kemudian hama wereng menyerang 577 ha, dan hama tikus menyerang lahan seluas 651 hektare.

    Dari serangan OPT tersebut mengakibatkan lahan seluas enam hektar di Kecamatan Mojolaban mengalami puso. Hingga Maret tahun ini, tambah Netty, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mencatat serangan OPT penggerek batang menyerang 98 hektar, wereng 64 hektare, dan tikus 180 hektare lahan pertanian.

    “Akibat serangan hama tersebut, ada enam hektar lahan padi yang puso. Masing-masing tiga hektar lahan di Kecamatan Tawangsari dan tiga hektar lahan di Sukoharjo kota,” jelas Netty.(*)



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.