Edhy Prabowo dan Istri Disebut Belanja Barang Mewah di AS Habiskan Rp 833 Juta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Edhy Prabowo usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Februari 2021. Dalam pemeriksaan ini penyidik melakukan perpanjangan penahanan tahap tiga selama 30 hari terhadap Edhy Prabowo terkait kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi Edhy Prabowo usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Februari 2021. Dalam pemeriksaan ini penyidik melakukan perpanjangan penahanan tahap tiga selama 30 hari terhadap Edhy Prabowo terkait kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi menghabiskan duit hingga Rp 833 juta selama berkunjung ke Amerika Serikat pada 17 sampai 24 November 2020. Uang digunakan untuk berbelanja barang-barang mewah seperti tas, jam tangan hingga pakaian itu diduga berasal dari suap ekspor benih lobster.

    “Dipergunakan untuk belanja terdakwa dan Iis Rosita Dewi pada saat perjalanan dinas ke Amerika Serikat pada tanggal 17 sampai dengan 24 November 2020 sebesar Rp 833.427.738,” kata jaksa KPK Ronald Worotikan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 15 November 2021.

    Edhy pergi ke AS bersama istrinya dan tim untuk kunjungan dinas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Adapun barang-barang yang dibeli oleh Edhy menggunakan kartu debit BNI Emerald itu di antaranya, satu jam tangan pria merk Rolex tipe oyster perpetual warna silver; satu jam tangan wanita merk Rolex tipe oyster perpetual datejust warna rosegold; satu jam tangan wanita merk Rolex tipe oyster perpetual datejust warna rosegold dan silver

    Selanjutnya, satu dompet merek Tumi warna hitam; satu buah tas koper merek Tumi warna hitam; satu tas kerja merek Tumi; dua pulpen Mount Blanc berserta 2 isi ulang pulpen; satu tas koper merek Louis Vuitton warna gelap bermotif LV jenisnya soft trunk; satu tas merek Bottega Veneta Made In Italy; satu buah tas merek satu Louis Vuitton warna gelap bermotif LV jenisnya soft trunk; satu pasang sepatu pria merek Louis Vuitton warna hitam.

    Selain itu, Edhy dan istri disebut berbelanja satu tas merek Hermes Paris Made In France warna coklat krem; satu buah tas koper merek Tumi warna hitam; beberapa buah baju, celana, tas, jaket dan jas hujan merk Old Navy; satu buah baju merk Brooks Brothers berwarna biru; satu celana merk Brooks Brothers slim fit berwarna biru dongker; enam buah parfum merek Blue de Chanel Paris warna biru navy ukuran 100 ml; satu sepeda merek Specialized Roubaix SW DI2.

    KPK menyebut duit Rp 833 juta yang dihabiskan untuk berbelanja itu berasal dari uang suap benih lobster. Dalam perkara ini, KPK mendakwa Edhy melalui para bawahannya menerima total suap sebanyak Rp 24,6 miliar dan US$ 77 ribu. Uang tersebut berasal dari tarif ekspor yang ditarik oleh PT Aero Citra Kargo, satu-satunya perusahaan yang diizinkan mengangkut benih lobster ke luar negeri. Edhy juga didakwa menerima duit pelicin perizinan ekspor dari para pengusaha.

    Baca: Kasus Edhy Prabowo, Jaksa: Keuntungan Perusahaan Pengekspor Benur Rp 38 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H