Kemenag Sebut Arab Saudi Belum Beri Kepastian Persyaratan Umrah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Khoirizi H. Dasir, mengatakan saat ini mereka masih belum dapat memastikan keberlangsungan ibadah umrah ke Arab Saudi. Urusan vaksin yang diizinkan di sana hingga urusan lainnya, kata Khoirizi, hingga saat ini masih belum jelas.

    "Sampai saat ini kami belum menerima info dari pemerintah Arab Saudi tentang haji dan umrah tahun 2021. Dan kita masih terus melakukan diplomasi, lobi dan koordinasi dengan seluruh jalur yang ada khususnya melalui perwakilan kita di Arab Saudi," kata Khoirizi saat dihubungi Tempo, Kamis, 15 April 2021.

    Saat ini, ia mengatakan memang belum ada pengumuman secara resmi dari pemerintah Arab Saudi. Hal ini berlaku bukan saja untuk Indonesia tetapi untuk semua negara muslim.

    Khoirizi mengatakan sebenarnya, Arab Saudi sudah mulai membuka ibadah umrah sejak 1 Ramadan lalu. Namun yang dapat mengikutinya masih sebatas untuk warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang bermukim di sana. "Dengan syarat sudah suntik vaksin Covid-19, menjalankan protokol kesehatan, dan mendaftar dalam aplikasi yang sudah disediakan Pemerintah Arab Saudi," kata Khoirizi.

    Saat ini, Khorizi mengatakan bagi jamaah dari Indonesia sendiri dipastikan belum dapat berangkat. Selain belum ada kejelasan mengenai persyaratan, ia juga mengatakan penerbangan internasional ke dan menuju Arab Saudi belum dibuka. "Baru dibuka rencananya bulan Mei mendatang. Itu aturan mereka, dalam hal ini Saudi," kata Khoirizi.

    Baca juga: Arab Saudi Izinkan Umrah Bagi yang Sudah Divaksin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.