Wakil Ketua Komisi IX Sebut Tak Ada Kesepakatan Suntik Vaksin Nusantara Kolektif

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris menjumpai awak media seusai acara diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta, 18 November 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris menjumpai awak media seusai acara diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta, 18 November 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan tidak pernah sepakat secara kolektif untuk ikut vaksinasi vaksin Nusantara

    Wakil Ketua Komisi, Charles Honoris, mengatakan, jika ada pimpinan atau anggota yang mengikuti vaksinasi tersebut, adalah keputusan pribadi. 

    "Dan tidak mewakili Komisi IX DPR RI. Poksi IX PDI Perjuangan DPR RI secara kolektif tidak mengikuti vaksinasi Vaksin Nusantara. Hal ini sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Pak Presiden bahwa uji klinis vaksin harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan kaidah-kaidah saintifik," ucap Charles dalam keterangan tertulis pada Rabu, 14 April 2021.

    Sejumlah anggota DPR akan disuntik vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada hari ini, 14 April 2021. Penyuntikan akan dimulai pukul 10.00 WIB nanti di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat ata RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

    Langkah anggota Dewan berbondong-bondong menerima penyuntikan Vaksin Nusantara ini bertentangan dengan sikap Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hingga saat ini, BPOM belum mengizinkan tim Vaksin Nusantara melanjutkan riset uji klinis ke tahap dua.

    ANDITA RAHMA | BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: Gatot Nurmantyo Ikuti Uji Klinik Tahap II Vaksin Nusantara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.