Polri: Pengamanan di Hari Zakiah Aini Serang Markas Sudah Sesuai SOP

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat menggelar konferensi pers harian di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Januari 2021 (Tempo/Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat menggelar konferensi pers harian di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Januari 2021 (Tempo/Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menyatakan bahwa pelaksanaan pengamanan sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) saat terduga teroris Zakiah Aini menyusup masuk ke dalam markas dan menembak anggota. Insiden itu terjadi pada 30 April 2021.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, kesimpulan itu didapat setelah pihaknya mengevaluasi sistem pengamanan di Mabes Polri setelah serangan teroris itu.

    "Semua disimpulkan bahwa SOP sudah berjalan dengan baik," ujar Rusdi saat dikonfirmasi pada Rabu, 14 April 2021.

    Meski begitu, Polri, kata Rusdi, meningkatkan pengamanan di beberapa aspek usai kejadian teror. Salah satunya adalah pengetatan pemeriksaan masyarakat yang akan masuk dan keluar dari Mabes Polri. 

    "Rekan-rekan bisa melihat sendiri bagaimana pemeriksaan pada tempat-tempat penjagaan itu ditingkatkan lagi, terutama bagi masyarakat atau tamu yang memiliki kepentingan," kata Rusdi. 

    Pun pengamanan berlapis juga diberlakukan di markas kepolisian di seluruh wilayah di Indonesia. "Tidak hanya di Mabes Polri saja, di satuan-satuan kewilayahan juga," ucap Rusdi. 

    Zakiah Aini masuk dan menyerang anggota di pos jaga utama area utama Mabes Polri pada 31 Maret 2021 sekitar pukul 16.30 WIB. Ia melepaskan enam tembakan ke arah petugas, sebelum akhirnya personel menembaknya balik.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Janjikan Pernikahan Jadi Cara Kelompok Teroris JAD Gaet Kaum Perempuan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.