Ribuan Rumah Rusak saat Gempa Malang, BMKG: Struktur Bangunan Buruk

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di lokasi gempa Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, 12 April 2021. Hingga saat ini warga masih menunggu sejumlah bantuan dari pemerintah karena masih banyak warga yang belum menerima bantuan. TEMPO/Abdi Purmono

    Suasana di lokasi gempa Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, 12 April 2021. Hingga saat ini warga masih menunggu sejumlah bantuan dari pemerintah karena masih banyak warga yang belum menerima bantuan. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut struktur bangunan yang buruk menjadi salah satu penyebab banyaknya rumah dan bangunan rusak saat Gempa Malang pekan lalu.

    "Dari hasil survei dan evaluasi di lapangan banyak ditemukan struktur bangunan yang tidak memenuhi persyaratan tahan gempa. Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis, Rabu 14 April 2021.

    Ia menambahkan faktor lain adalah kondisi batuan atau tanah setempat. Kerusakan banyak terjadi pada endapan alluvium dan endapan lahar gunung api. Selain itu, kondisi topografi setempat yang berupa lereng lembah yang tersusun oleh tanah atau batuan dengan klasifikasi kerapatan tanah (densitas) sedang serta jarak terhadap pusat gempa.

    Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil survei Makroseismik dan Mikroseismik BMKG di Malang, Blitar, dan Lumajang. Salah satu titiknya yaitu di Desa Sumber Tangkil dan Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa.

    Hasil survei tersebut akan diserahkan kepada pemda setempat sebagai bentuk peta mikrozonasi kerentanan gempa bumi yang selanjutnya menjadi dasar rekomendasi untuk rekonstruksi bangunan yang rusak agar dibangun pada zona dan standar bangunan yang tepat.

    Dwikorita mengatakan sebenarnya gempa tidak membunuh atau melukai, justru, bangunan yang melukai bahkan membunuh manusia. Oleh karena itu, ia menyarankan dibuat rumah atau bangunan tahan gempa.

    Baca: Gempa Malang, 3.900-an Rumah Rusak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.