KPK Tangkap 1.552 Orang, Firli Bahuri: Masih Ada 262 Juta WNI yang Baik

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Firli Bahuri, bertukar cinderamata dengan Dirjenpas Kemenkumham Reynhard Silitonga, dalam acara Penyuluhan Antikorupsi Narapidana Tindak Pidana Korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 31 Maret 2021. Firli Bahuri berencana mengajak mantan narapidana korupsi untuk menjadi agen kampanye antikorupsi dan juga mengingatkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dan jajarannya untuk mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan lembaga pemasyarakatan. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Firli Bahuri, bertukar cinderamata dengan Dirjenpas Kemenkumham Reynhard Silitonga, dalam acara Penyuluhan Antikorupsi Narapidana Tindak Pidana Korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 31 Maret 2021. Firli Bahuri berencana mengajak mantan narapidana korupsi untuk menjadi agen kampanye antikorupsi dan juga mengingatkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dan jajarannya untuk mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan lembaga pemasyarakatan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan ada 1.552 orang yang ditangkap tangan karena kasus korupsi. "Masih ada 262 juta lebih warga Indonesia yang baik," kata Firli dalam peluncuran aksi pencegahan korupsi Stranas PK 2021-2022, Selasa, 13 April 2021.

    Firli mengatakan praktik pencegahan korupsi harus dikembangkan dan ditularkan. Sehingga, jangan sampai hanya orang yang kena operasi tangkap tangan atau OTT saja yang ramai.

    "Karena sesungguhnya Allah SWT menciptakan dunia ini diisi oleh orang-orang baik. Yakinlah bahwa dunia ini diisi orang baik," ujarnya.

    Salah satu praktik baik yang perlu dikembangkan, kata Firli, adalah memperbanyak penyuluh antikorupsi dan agen pembangunan integritas. Hal tersebut merupakan salah satu program KPK dalam memberantas korupsi melalui pendidikan masyarakat.

    Menurut Firli Bahuri, dengan integritas yang baik dari satu individu unit kerja, satuan kerja sampai kementerian lembaga, kabupaten kota dan provinsi, maka Indonesia akan menjadi negara yang berintegritas. "Tentu koruptif tidak ada lagi, itu sasarannya," kata Ketua KPK.

    Baca juga: Luhut: OTT KPK Tidak Buat Orang Jadi Kapok

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.