Politikus PDIP Minta Publik Tak Risau Soal Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac yang akan disuntikkan kepada sejumlah perwakilan pejabat pada tahap kedua vaksinasi di Kantor Pemkot Bandar Lampung, Lampung, Jumat 29 Januari 2021. Vaksinasi tahap dua di Bandar Lampung ditargetkan sebanyak 9.624 dosis vaksin Sinovac bagi tenaga kesehatan di Kota Bandar Lampung. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    Petugas vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac yang akan disuntikkan kepada sejumlah perwakilan pejabat pada tahap kedua vaksinasi di Kantor Pemkot Bandar Lampung, Lampung, Jumat 29 Januari 2021. Vaksinasi tahap dua di Bandar Lampung ditargetkan sebanyak 9.624 dosis vaksin Sinovac bagi tenaga kesehatan di Kota Bandar Lampung. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR Komisi IX Rahmad Handoyo meminta publik tidak khawatir soal pernyataan otoritas kesehatan Cina yang menyatakan rendahnya efikasi (tingkat kemanjuran) vaksin Sinovac. Ia menuturkan efikasi vaksin Covid-19 dari Sinovac masih di atas ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO.

    "Kita tidak perlu khawatir terhadap kejujuran statement dari pejabat Cina. Ambang batas yang telah ditetapkan WHO itu kan 50 persen. Saya kira produksi dari Cina masih di atas itu, sehingga tidak perlu khawatir," ujarnya, Selasa, 13 April 2021.

    Dia mengingatkan vaksin Covid-19 saat ini merupakan barang langka di dunia. Banyak negara yang membutuhkan vaksin. Rahmad bersyukur para tenaga kesehatan sudah divaksin.

    Dengan demikian, masyarakat tidak perlu ragu dan risau ihwal informasi efektivitas atau efikasi vaksin dari Cina. "Karena itu sudah sesuai standar WHO. Sekali lagi jangan terlalu terbawa informasi," tuturnya. 

    Meski demikian, dia menghormati transparansi pejabat Cina soal vaksin Covid-19 Sinovac. Menurut dia, vaksin Sinovac dari sisi keamanan maupun keselamatan tidak ada persoalan.

    Ia menilai soal rencana pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia, Cina merupakan negara yang berkomitmen dan tepat waktu. "Produsen lain belum terbukti apakah sesuai dengan rencana, target. Ini perlu kita pikirkan," ujarnya. Ia menegaskan hal utama saat ini ialah stok vaksin Covid-19 untuk masyarakat masih aman.

    Baca juga: BPOM: Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.