Medan Berat Jadi Alasan Polda Papua Belum Ungsikan Warga Beoga usai Penembakan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri. ANTARA/Evarukdijati

    Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri. ANTARA/Evarukdijati

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri menyatakan TNI-Polri akan mengungsikan 46 warga yang berada di Beoga, Kabupaten Puncak, setelah terjadinya kasus penembakan yang menewaskan dua guru. "Memang ada rencana mengevakuasi warga yang saat ini mengungsi ke Koramil dan Polsek Beoga, namun belum diketahui pasti kapan dilaksanakan mengingat karena masih dipersiapkan," kata Fakhiri, Senin 12 April 2021.

    Dia mengakui tidak mudah mengevakuasi warga mengingat kondisi alam, di mana lapangan terbang itu berada hanya dapat menggunakan pesawat berbadan kecil.

    Sementara helikopter milik Polri hanya mampu mengangkut lima orang sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Puncak terkait rencana tersebut. "Selasa akan dilakukan pertemuan dengan Bupati Puncak Willem Wandik di Timika, " ujar Fakhiria .

    Kapolda Papua juga mengungkapkan, dari laporan yang diterima, kondisi di Beoga relatif kondusif namun TNI-Polri tetap bersiaga. "Satu pleton Brimob segera dikirim ke Beoga untuk memperkuat personel yang sudah ada," ujarnya.

    Aksi penembakan yang dilakukan KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak menyebabkan dua orang meninggal yakni Oktovianus Rayo yang ditembak Kamis 8 April dan Yonatan Renden ditembak sehari kemudian. Sejumlah guru dan tenaga kesehatan saat ini mengungsi ke Koramil Beoga serta rumah-rumahnya yang ada di dekatnya.

    Baca: Aparat Buru Anggota KKB yang Bakar Helikopter di Bandara Aminggaru Ilaga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.