Jokowi Sebut UU Cipta Kerja Bisa Dorong Industri 4.0

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo akan membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke XXVIII secara resmi pada Sabtu malam 14 November 2020 di  Stadion Sikabu, di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

    Presiden Joko Widodo akan membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke XXVIII secara resmi pada Sabtu malam 14 November 2020 di Stadion Sikabu, di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan Undang-Undang Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja merupakan salah satu peta jalan implementasi 'Making Indonesia 4.0', yang telah diluncurkan sejak 2018 lalu. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan yang disampaikan secara virtual pada pembukaan Hannover Messe 2021 dari Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 12 April 2021. 

    UU Cipta Kerja, kata Jokowi, salah satunya berfokus pada penciptaan iklim investasi yang mendukung pengembangan industri 4.0. Jokowi mengatakan bahwa pembenahan iklim investasi membutuhkan pembenahan reformasi struktural.

    "Undang-Undang Cipta Kerja ini akan mempermudah izin usaha, memberikan kepastian hukum, dan memberikan insentif. Undang-Undang Cipta Kerja juga memberikan insentif bagi ekonomi digital dan mendukung pengembangan industri 4.0," kata Jokowi.

    Selain menciptakan iklim investasi, fokus lainnya dalam peta jalan itu adalah memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia. yang akan memperkuat kualitas SDM Indonesia. Jokowi mengatakan tantangan yang harus dihadapi ialah bagaimana menyiapkan SDM dalam jumlah besar tersebut untuk mampu menghadapi tantangan digital di masa mendatang.

    Di era 4.0, penguatan SDM adalah kebutuhan. Jokowi meyakini bahwa Jerman dapat mendukung penguatan SDM Indonesia melalui kerja sama pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi.

    "Indonesia memiliki bonus demografi. Pada tahun 2030 jumlah usia produktif di Indonesia tumbuh dua kali lipat," kata Jokowi.

    Adapun fokus ketiga, adalah Indonesia akan berinvestasi pada pembangunan hijau yang menurut World Economic Forum memiliki potensi bisnis sebesar USD10,1 triliun dengan peluang pembukaan 395 juta lapangan kerja baru hingga 2030 mendatang.

    Jokowi mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai teronlsan dalam sektor tersebut. Di antaranya pengembangan biodiesel dari kelapa sawit hingga penerapan pembangkit listrik tenaga surya atap di sektor rumah tangga.

    "Di saat yang sama Indonesia siap berkontribusi pada energi masa depan. Sebagai negara produsen nikel terbesar dunia, Indonesia juga mengembangkan pengolahan biji nikel menjadi baterai litium sebagai komponen utama baterai ponsel maupun mobil listrik," kata Jokowi.

    Visi Indonesia Emas melalui industri 4.0, adalah bentuk persiapan Indonesia menyambut satu abad kemerdekaan pada 2045 mendatang. Jokowi mengatakan saat ini, perkembangan ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara dan akan menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia untuk mewujudkan visinya.

    Pada tahun 2025 mendatang, Jokowi memperkirakakan industri 4.0 Indonesia akan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan jumlah mencapai USD133 miliar. Dengan didukung oleh 185 juta penduduk yang telah terhubung layanan internet (terbesar keempat dunia), kemajuan industri tersebut akan mengantarkan Indonesia menuju sepuluh besar kekuatan ekonomi global di tahun 2030 mendatang.

    Baca: Pembentukan Kementerian Investasi Disebut Demi Naikkan Wibawa BKPM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.