Kapolda Papua Tingkatkan Keamanan Bandara Usai Aksi Pembakaran Helikopter

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri. ANTARA/Evarukdijati

    Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri. ANTARA/Evarukdijati

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Mathius D Fakhiri memerintahkan kepada Kepolisian Resor jajaran untuk mengetatkan pengamanan di bandar udara (bandara) dan lapangan terbang. 

    Peningkatan keamanan dilakukan usai diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar helikopter Cooper di Bandar Udara Aminggaru Ilaga, Papua. Aksi pembakaran helikopter itu terjadi pada 11 April 2021 sekitar pukul 20.20 WIT. 

    "Aksi pembakaran yang dilakukan oleh KKB bertujuan untuk mengganggu aktivitas penerbangan. Oleh karena itu, Kapolda Papua telah menginstruksikan kepada Polres jajaran agar objek vital di jaga ketat terutama bandara dan lapangan terbang," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal melalui keterangan tertulis pada Senin, 12 April 2021. 

    Kamal mengatakan helikopter yang dibakar adalah yang rusak, bahkan helikopter tersebut tidak bisa terbang karena ada kerusakan. Adapun untuk pelaku, Kamal mengatakan, telah mengetahui anggota kelompok kriminal bersenjata yang membakar helikopter tersebut.

    Mereka adalah Prenngen Telenggen, Abu Bakar Kogoya, Lerymayu Telenggen dan Numbuk Telenggen. Keempatnya pun, kata Kamal, sudah masuk dalam daftar pencarian aparat gabungan TNI-Polri untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku.

    "TNI-Polri sedang memburu kelompok ini. Kami akan menindak tegas KKB yang melakukan aksi brutal di Ilaga (Papua)," ucap Kamal. 

    Baca juga: Kasus Penembakan Guru di Papua, TNI dan Polri Buru KKB 

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.