Polri Kerahkan Anjing Pelacak K9 Cari Korban Banjir NTT yang Masih Hilang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja beristirahat di depan kantor Koramil 1624-02 Adonara yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Selasa, 6 April 2021. ANTARA/Kornelis Kaha

    Sejumlah pekerja beristirahat di depan kantor Koramil 1624-02 Adonara yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Selasa, 6 April 2021. ANTARA/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI mengerahkan anjing pelacak K9 untuk membantu proses pencarian korban banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih hilang. 

    Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Inspektur Jenderal Anang Revandoko mengatakan pelibatan K9 guna menjamah lokasi-lokasi sulit dan luput dari anggota. "Sehingga diharapkan pelibatan 2 anjing pelacak K9 dapat mempercepat pencarian korban," ucap Anang melalui keterangan tertulis pada Senin, 12 April 2021

    Selain itu, sebanyak 1.958 personel kepolisian juga diturunkan untuk membantu evakuasi korban. Pasukan yang dikerahkan datang dari beberapa Kepolisian Daerah.

    "Personel yang kami dorong adalah dari Korbrimob (Koprs Brigade Mobil), Satbrimob (Satuan Brigade Mobil) daerah maupun yang dari NTT, Polda Bali, Polda Jatim, termasuk bantuan dari rekan-rekan dari Polairud untuk 2 pesawat CN295, dan kapal Bharata Polri,” kata Anang. 

    Anang mengatakan pasukan yang dikerahkan dilengkapi tim medis untuk membantu penanganan korban dan pengungsi di NTT. Rinciannya, 21 tenaga medis bedah, 25 paramedis dari Korbrimob dan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes).

    Selain itu, Mabes Polri, kata Anang, membuka posko kesehatan di tiap-tiap lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di NTT. Tim trauma healing juga dilibatkan. "Lalu ada 5 dapur umum, ada 5 mobil penjernih air, ada 5 mobil untuk tim SAR. Kami juga berikan bantuan sembako untuk para pengungsi,” kata Anang.

    Baca juga: PUPR Siapkan Relokasi Rumah Warga Korban Longsor NTT di Titik Ini

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.