KSP Pastikan Kemenristek Tak Dikorbankan untuk Pembentukan Kementerian Investasi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dosen Filsafat UI Donny Gahral Adian saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk `Menolak Pembusukan Filsafat` di kawasan Cikini, Jakarta, 13 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Dosen Filsafat UI Donny Gahral Adian saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk `Menolak Pembusukan Filsafat` di kawasan Cikini, Jakarta, 13 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Donny Gahral memastikan pemerintah tidak mengorbankan Kementerian Riset dan Teknologi untuk membentuk Kementerian Investasi.

    "Enggak ada hubungannya. Tidak dikorbankan. Pemerintah menginginkan agar adanya satu sambungan antara pendidikan dan riset," kata Donny kepada Tempo, Sabtu, 10 April 2021.

    Donny menjelaskan, Kementerian Ristek menjadi satu atap dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar lebih efektif. "Jadi itu dua hal yang disatukan. Bukan satu mengorbankan yang lain. Ini kebetulan saja dilaksanakan secara serentak," ujarnya.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi berencana menambah satu kementerian bernama Kementerian Investasi. Bersamaan dengan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dipisah dari Kementerian Ristek dan menjadi badan otonom.

    Kemudian Kemenristek dihapus dari struktur kementerian dan dilebur ke Kemendikbud. Sehingga, jumlah keseluruhan kementerian tetap 34 sesuai dengan Pasal 15 UU Nomor 29 Tahun 2008.

    FRISKI RIANA

    Baca: Ada Kementerian Investasi Berdampak Reshuffle, PDIP: Hak Prerogatif Presiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.