Survei IPO: 73 Persen Masyarakat Sebut Vaksinasi Covid-19 Sudah Tepat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID 19 pada tenaga pendidik di SMP 216, Jakarta Pusat, Selasa, 6 April 2021. Pemerintah akan mengatur kembali pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat karena terbatasnya pasokan vaksin saat ini. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah akan memprioritaskan kelompok lanjut usia (lansia) dan juga tenaga pengajar dalam vaksinasi kali ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID 19 pada tenaga pendidik di SMP 216, Jakarta Pusat, Selasa, 6 April 2021. Pemerintah akan mengatur kembali pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat karena terbatasnya pasokan vaksin saat ini. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah akan memprioritaskan kelompok lanjut usia (lansia) dan juga tenaga pengajar dalam vaksinasi kali ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Indonesia Political Opinion menunjukkan 73 persen masyarakat menyatakan vaksinasi Covid-19 sudah tepat.

    "73 persen menyatakan vaksinasi diterima. Artinya sangat dominan," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu, 10 April 2021.

    Dedi mengatakan sebanyak 71 persen masyarakat percaya keamanan vaksin Covid-19, 68 persen percaya keandalan vaksin. Namun, ada 24 persen masyarakat yang percaya program vaksin Covid-19 bebas dari korupsi.

    "Misal vaksin 180 juta, itu masyarakat yang percaya betul-betul akan turun seangka itu 24 persen, sementara 49 persen menyatakan vaksin akan menjadi celah korup," kata dia.

    Dari tabulasi, kata Dedi, masyarakat yakin dengan vaksin cukup tinggi karena 39 persennya dari pemberitaan media, 55 persen imbauan pemerintah, 26 persen karena mengikuti tokoh agama. Dengan asumsi tersebut, 71 persen responden menyatakan bersedia divaksin Covid-19.

    Survei tentang vaksinasi Covid-19 yang dilakukan IPO melibatkan 1.200 responden pada periode 10-22 Maret 2021. Metode survei yang dipakai ialah multistage random sampling atau teknik pengambilan sampel bertingkat. Survei ini mengambil representasi sample sejumlah 1200 responden yang tersebar proporsional secara nasional.

    Dengan teknik tersebut memungkinkan setiap anggota populasi (responden) mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipilih menjadi responden. Untuk menguji validitas responden, IPO melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi sample.

    Baca juga: 500 Abdi Dalem Hingga Penari Keraton Yogyakarta Menjalani Vaksinasi Covid-19

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.