Mensos Risma Minta Pemulihan Banjir Bandang NTT Berjalan Cepat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) didampingi Bupati Flores Timur Anthon Hadjon berjalan melewati jembatan darurat saat meninjau lokasi banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur,  NTT, Selasa 6 April 2021. Menteri Sosial menyatakan perlu penanganan yang cepat terhadap korban banjir bandang di Adonara. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) didampingi Bupati Flores Timur Anthon Hadjon berjalan melewati jembatan darurat saat meninjau lokasi banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, NTT, Selasa 6 April 2021. Menteri Sosial menyatakan perlu penanganan yang cepat terhadap korban banjir bandang di Adonara. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) mengajak semua pihak yang terlibat dalam pemulihan banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bekerja cepat. Ia ingin semua petugas mengutamakan pemenuhan kebutuhan pangan bagi korban dan berkoordinasi dengan Pemda.

    Mensos Risma memastikan penanganan tanggap daurat bencana dan tidak hanya berupa bantuan sosial, tapi ada layanan dukungan psikososial (LDP) dan trauma healing bagi korban. Dalam hal paket bantuan, Risma meminta petugas memperhatikan situasi dan kearifan lokal warga sesuai dengan kebutuhan.

    Menurut mantan Wali Kota Surabaya itu, upaya pemulihan pascabencana amat membutuhkan stamina dan fisik yang prima. Oleh sebab itu, petugas di lapangan harus fokus dan bisa memberikan perlindungan bagi korban. 

    Ia menyatakan ada kelompok lanjut usia (lansia), balita, anak-anak, perempuan, ibu hamil, serta penyandang disabiltas yang membutuhkan bantuan dengan cepat.

    Terhitung hingga Kamis, 8 April 2021, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik Tahap I senilai Rp672.056.695. Kemudian bantuan logistik Tahap II diberikan senilai Rp672 juta, dan Tahap III senilai Rp820 juta.

    Adapun Kemensos juga memberikan santunan ahli waris untuk 138 jiwa yang masih dalam pendataan senilai Rp2,070 miliar. Dengan demikian, total bantuan mencapai Rp4.234.056.695 untuk korban banjir bandang di NTT.

    Baca juga: Korban Banjir Bandang di Lembata Minta Segera Direlokasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.