Korban Banjir Bandang di Lembata Minta Segera Direlokasi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menanti kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan meninjau lokasi tanah longsor di Desa Nelelamadike, Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Jumat, 9 April 2021. Antusias warga sangat terlihat karena kunjungan Joko Widodo akan menjadi kunjungan pertama Presiden Republik Indonesia di Pulau Adonara. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah warga menanti kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan meninjau lokasi tanah longsor di Desa Nelelamadike, Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Jumat, 9 April 2021. Antusias warga sangat terlihat karena kunjungan Joko Widodo akan menjadi kunjungan pertama Presiden Republik Indonesia di Pulau Adonara. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Onesimus Sili berharap pemerintah segera merelokasi warga yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    "Kami berharap tidak dipulangkan lagi ke kampung. Relokasi kami. Kami tidak bisa lagi menetap di sana," ujar Onesimus saat dihubungi Tempo, Jumat malam, 9 April 2021.

    Sebelum banjir bandang dan longsor menimpa pada 4 April lalu, ujar Onesimus, beberapa kali bencana terjadi dalam sepuluh tahun terakhir di daerah mereka. Gempa bumi dan erupsi gunung pernah menimpa.

    Setiap terjadi bencana mereka selalu diungsikan ke Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Setelah bencana usai, mereka kembali pulang.

    Saat berkunjung ke salah satu lokasi bencana di Desa Amakaka, Kabupaten Lembata, Jumat kemarin, Presiden Jokowi (Joko Widodo) memerintahkan pemerintah daerah merelokasi warga yang terdampak bencana. 

    Onesimus berharap wacana relokasi tersebut benar-benar terlaksana. "Kami masyarakat semua siap direlokasi. Kami harap secepatnya agar kami tidak tinggal terlalu lama di posko pengungsian ini," tuturnya.

    Saat ini, ada 121 kepala keluarga dengan total 389 warga Desa Waimatan yang mengungsi di Lewoleba. Beberapa sekolah menjadi posko pengungsian mereka sementara waktu bagi korban banjir bandang di Nusa Tenggara Timur.

    Baca juga: Kunjungi Lembata NTT, Jokowi Terima Keluhan Para Pengungsi

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.