Terduga Teroris yang Sempat Buron Ditangkap Setelah Dilaporkan Orang Tua

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian menggeledah salah satu tempat tinggal terduga teroris di kawasan Condet, Jakarta, Senin, 29 Maret 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas kepolisian menggeledah salah satu tempat tinggal terduga teroris di kawasan Condet, Jakarta, Senin, 29 Maret 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Nouval Farisi, terduga teroris yang sempat buron, ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri setelah orang tua mengadukannya ke Kepolisian Sektor Setiabudi.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan mengatakan, berbekal informasi dari orang tua Nouval, Densus 88 pun menyambangi rumah Nouval dan menangkapnya.

    "Orang tuanya memberi informasi tentang keberadaan anaknya. Jadi kalau menyerahkan diri dia datang. Tapi ini orang tuanya memberikan informasi tentang keberadaan anaknya sehingga tim reserse dari Polsek Setiabudi datang ke rumahnya untuk mengamankan," ucap Ramadan di kantornya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 9 April 2021.

    Nouval merupakan 1 dari 3 terduga teroris yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Munculnya nama Nouval merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan terhadap Zulaimi Agus, yang sebelumnya ditangkap di wilayah Jakarta pada pekan lalu.

    Berdasarkan informasi beredar, tiga buron itu merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan terhadap Zulaimi Agus, yang sebelumnya ditangkap di wilayah Bekasi pada pekan lalu.

    Zulaimi masih satu jaringan dengan tiga teroris yang ditangkap di Bekasi dan Condet. Dari pengakuan Zulaimi Agus, Arief, Nouval, dan Yusuf merupakan ikut merencanakan dan terlibat dalam pembuatan bom.

    Para terduga teroris ini ditengarai membuat bom jenis TATP untuk memancing kerusuhan saat akan ada unjuk rasa.

    Baca juga: Polisi Minta Dua DPO Teroris Lain Ikuti Jejak Nouval Menyerahkan Diri

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.