BMKG Ingatkan Potensi Defisit Air Bersih di Jawa Barat saat Musim Kemarau

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita mengambil air di mata air di area persawahan Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Ahad, 13 September 2020. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Seorang wanita mengambil air di mata air di area persawahan Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Ahad, 13 September 2020. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Bogor Hadi Saputra meminta pemerintah daerah dan masyarakat di Jawa Barat mewaspadai potensi kekurangan air bersih pada musim kemarau.

    "Pemerintah daerah dan masyarakat di daerah yang rawan kekurangan air bersih diharapkan dapat melakukan penyimpanan air pada masa peralihan musim hujan ke musim kemarau untuk memenuhi danau, waduk, embung kolom retensi dan penyimpanan air buatan lainnya," kata Hadi dalam konferensi pers, Jumat, 9 April 2021.

    Hadi menjelaskan sifat hujan pada musim kemarau tahun ini diperkirakan normal sebanyak 42 persen wilayah, bawah normal sebanyak 19 persen wilayah, dan atas normal sebanyak 39 persen wilayah.

    Menurut Hadi, ketersediaan air masih aman di daerah atas normal dan normal. "Kalau di atas normal, kebutuhan air untuk pertanian masih ada," katanya.

    Daerah dengan sifat atas normal, antara lain Sukabumi bagian utara, Bekasi atau Karawang utara bagian barat, Bekasi utara bagian timur, Karawang bagian barat dan tengah, Subang bagian utara, sebagian besar Indramayu. Lalu sebagian kecil Sumedang bagian utara, Sumedang bagian timur dan selatan, Bandung Utara bagian timur, Garut bagian utara,Garut selatan bagian barat dan timur, sebagian besar Majalengka.

    Kemudian Cirebon bagian utara, Kuningan bagian utara, barat dan selatan, sebagian Ciamis bagian utara dan selatan, Tasikmalaya bagian utara dan tengah, Pangandaran bagian tengah dan utara.

    Selanjutnya daerah Jawa Barat dengan sifat musim kemarau normal adalah Depok, Bogor bagian utara dan selatan, Sukabumi utara bagian timur, Sukabumi bagian barat dan selatan, Cianjur bagian selatan dan timur, Bandung bagian timur dan selatan. Berikutnya sebagian Purwakarta bagian utara, Bekasi utara bagian timur dan Bekasi selatan, Karawang bagian utara dan selatan, Sumedang bagian tengah dan utara, sebagian besar Garut, Tasikmalaya bagian tengah dan selatan, sebagian besar Cirebon, Kuningan bagian timur, sebagian besar Ciamis, Pangandaran bagian timur dan barat.

    Sedangkan daerah di bawah normal, kata Hadi, biasanya air akan berkurang di musim kemarau, sehingga berpotensi kekeringan. Daerah dengan sifat bawah normal, di antaranya sebagian kecil Bogor timur, sebagian Sukabumi tengah, timur dan utara, sebagian besar Cianjur Lalu Bandung barat dan Bandung bagian tengah, sebagian besar Purwakarta, Subang bagian selatan, sebagian Sumedang bagian barat.

    Untuk menekan risiko penurunan hasil pada lahan sawah, BMKG menyarankan pengelolaan air bagi kebutuhan pertanian harus dilakukan lebih hemat dan penggunaan varietas yang toleran kekeringan.

    Baca juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau di Jawa Barat Mulai April

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.