Sejarah TMII dari Ide Tien Soeharto hingga Diambil Alih Pemerintahan Jokowi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di salah satu anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana di salah satu anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meneken Peraturan Presiden(Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut, lewat aturan ini, pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita.

    "Yayasan ini (Harapan Kita) sudah hampir 44 tahun mengelola milik negara ini, dan kami berkewajiban melakukan penataan, memberi manfaat luas ke masyarakat dan memberi kontribusi terhadap keuangan negara," kata Pratikno, Rabu, 7 April 2021.

    Taman Mini Indonesia Indah atau TMII adalah sebuah destinasi wisata yang terletak di Jakarta Timur. Luasnya sekitar 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi.

    Mengutip laman resmi TMII, gagasan pembangunan Taman Mini Indonesia Indah bermula dari Tien Soeharto atau Siti Hartinah Soeharto, istri Presiden Soeharto. Ide itu tercetus dalam sebuah pertemuan di kediaman Soeharto di Jalan Cendana Nomor 8 Jakarta Pusat, pada 13 Maret 1970.

    Tien Soeharto membayangkan ada miniatur Indonesia lengkap dengan seni dan budaya di masing-masing sukunya. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui adat istiadat setiap daerah tanpa harus pergi jauh ke tempatnya. Pengetahuan ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.

    Sejak itu, mulailah Proyek Miniatur Indonesia 'Indonesia Indah' yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita. TMII mulai dibangun pada 1972 dan diresmikan pada 20 April 1975. Sejatinya topografi TMII agak berbukit. Tim perancang memanfaatkan kontur tanah yang tidak rata untuk menciptakan bentang alam dan lansekap seperti wilayah Indonesia yang sesungguhnya.

    Baca: Alasan Pemerintah Ambil Alih Pengelolaan TMII dari Yayasan Keluarga Soeharto

    Di TMII terdapat danau buatan yang menjadi miniatur kepulauan Indonesia. Gugusan pulau pada danau itu menggambarkan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ada pula anjungan daerah yang menunjukkan kekayaan seni dan budaya setiap suku bangsa di 33 provinsi Indonesia. Mulai dari bentuk rumah adat, busana daerah, peninggalan budaya lainnya, sampai atraksi keseniannya.

    Beberapa kegiatan hiburan di Taman Mini Indonesia Indah yang diminati pengunjung antara lain kereta gantung, Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku, Istana Anak-anak Indonesia, sampai aula untuk menggelar pertemuan atau resepsi.

    Adapun TMII mengalami lonjakan jumlah pengunjung pada liburan yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, Ahad, 14 Maret 2021. "Sampai jam 12 siang jumlah pengunjung sudah 10 ribu. Meningkat dari Minggu sebelumnya," kata Humas TMII Adi Widodo.

    Jumlah wisatawan ke TMII dalam beberapa hari terakhir juga meningkat. "Kamis lalu 7 ribu pengunjung, Jumat 6 ribu pengunjung, Sabtu 7 ribu pengunjung."

    Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), TMII tak mentargetkan jumlah kunjungan wisatawan. Meski demikian, masih ada kunjungan wisatawan yang berasal dari luar Jakarta pada masa PPKM mikro ini. "KTP luar DKI boleh. Dua pekan terakhir sudah ada rombongan dari daerah," katanya.

    HENDARTYO HANGGI | BERBAGAI SUMBER TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.