DPR Cecar Kepala BPOM karena Dinilai Kurang Mendukung Vaksin Nusantara

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito (kiri) memberikan keterangan saat meninjau Puskesmas Abiansemal I, Badung, Bali, Kamis 4 Maret 2021. ANTARA/Naufal Fikri Yusuf

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito (kiri) memberikan keterangan saat meninjau Puskesmas Abiansemal I, Badung, Bali, Kamis 4 Maret 2021. ANTARA/Naufal Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Kesehatan DPR Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut Badan Pengawas Obat dan Makanan tidak memiliki semangat mendukung pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri, seperti Merah Putih dan Vaksin Nusantara.

    "Ini kalau kita lihat Bu Penny, spirit Badan POM dengan pengembangan vaksin dalam negeri tidak ada. Badan POM betul-betul tidak mendukung pengembangan vaksin dalam negeri," kata Melki dalam rapat kerja DPR, Kamis, 8 April 2021.

    Melki menilai Badan POM seperti memukul mundur ke belakang proses uji klinis yang dilakukan terhadap vaksin Nusantara. Padahal, kata dia, ada sejumlah masyarakat yang bersedia menerima vaksin Nusantara. Salah satunya politikus senior Golkar, Aburizal Bakrie.

    Melki mengaku menerima sebuah video yang menampilkan Aburizal Bakrie sedang mengikuti uji validasi vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto. "Saya kaget tiba-tiba dikirimi Pak Aburizal Bakrie sudah pergi vaksin Nusantara di RSPAD, dia disutnik, ambil darah dan menjalani proses ini," katanya.

    Bahkan, kata Melki, ibunya juga ingin disuntik vaksin Nusantara yang diinisiasi mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto tersebut.

    Menurut Melki, Badan POM semestinya memberikan persetujuan atas uji klinis tahap II terhadap vaksin Nusantara. "Badan POM tidak punya hak menentukan hasil penelitian orang, bukan minta EUA (izin penggunaan darurat) seperti vaksin lain. Ini orang lagi penelitian, minta izin saja susah banget dari Badan POM," kata dia.

    Jika uji klinis fase 2 Vaksin Nusantara tidak disetujui, Melki menilai pengembangan dan riset dalam negeri tidak bsia bertumbuh. Ia pun berharap BPOM tetap mandiri, profesional, dan memiliki semangat mendukung vaksin dalam negeri.

    FRISKI RIANA

    Baca: Dokumen BPOM Ungkap Kejanggalan Penelitian Vaksin Nusantara, Apa Saja?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.