Pengamat Minta Pemerintah Tinjau Ulang Lokasi Titik Nol di Ibu Kota Negara

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor (kanan) saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor (kanan) saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga, meminta pemerintah meninjau ulang titik nol lokasi Istana Negara di ibu kota negara.

    "Kebetulan saya sempat ke titik nol yang dikunjungi Pak Jokowi bersama PUPR di Desember 2019. Sebulan setelah Jokowi tunjuk titik lokasi. Saya mencatat ada yang perlu tinjauan ulang," kata Nirwono dalam diskusi Populi Center, Kamis, 8 April 2021.

    Nirwono mengaku menemukan jalan-jalan yang menuju lokasi titik nol terjadi proses penurunan muka tanah. Jalan di lingkungan sekitarnya banyak yang tiba-tiba patah. Dalam menentukan titik nol, kata Nirwono, pemerintah seharusnya berhati-hati terhadap kondisi geologis. "Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) yang harusnya diduluin sebelum menentukan titik nol," katanya.

    Selanjutnya, Nirwono menyoroti kajian lingkungan, khususnya tentang kebutuhan air, antisipasi banjir, ancaman asap kebakaran, dan suplai material bangunan.

    Menurut dia, sejumlah kabupaten dan kota di sekitar ibu kota negara baru masih mengalami kesulitan air bersih dan belum tertangani. Padahal, perkembangan peradaban sebuah kota sangat ditentukan keberlanjutan air. "Tanpa air memadai, jangan harap sebuah kota makmur dan sejahtera. Karena semua butuh air," katanya.

    Kemudian soal banjir, Nirwono mengatakan, bahwa pemerintah daerah belum mampu menanganinya. Ia tidak yakin ibu kota negara yang baru nanti bakal bebas banjir.

    Selanjutnya, pasokan listrik di sana juga belum memadai. Nirwono mengaku pesimistis penggunaan energi terbarukan dalam master plan yang dibahas pemerintah akan terwujud di ibu kota negara baru. "Mereka dengan lugas menceritakan akan menggunakan energi matahari, energi terbarukan lainnya, sementara pasokan listrik yang ada saja tidak ada inovasi di lokasi-lokasi," kata dia.

    Baca juga: Banjir Melanda Calon Ibu Kota Baru Penajam Paser Utara

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto