Istana Negara di Ibu Kota Baru, Pengamat Pertanyakan Rencana Tata Ruang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar dari video pendek yang memperlihatkan visualisasi desain Garuda untuk Istana Negara di ibu kota baru. Video pendek tersebut berkembang viral belakangan melalui berbagai media sosial dan grup perpesanan instan. Foto: Istimewa

    Tangkapan layar dari video pendek yang memperlihatkan visualisasi desain Garuda untuk Istana Negara di ibu kota baru. Video pendek tersebut berkembang viral belakangan melalui berbagai media sosial dan grup perpesanan instan. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menyayangkan pemerintah yang fokus membahas Istana Negara di ibu kota baru. Padahal tahapan tentang tata ruang belum terpenuhi.

    "Jadi polemik, kok orang tiba-tiba fokus pembahasan istana. Padahal tahapan-tahapan tadi belum dilalui. Dalam konteks ini, tata ruang seperti ini akan menjadi preseden buruk," kata Nirwono dalam diskusi Populi Center, Kamis, 8 April 2021.

    Nirwono mengatakan sejak ibu kota negara yang baru dicanangkan, pemerintah belum menjawab apakah sudah merevisi rencana tata ruang Kalimantan Timur. Kemudian, apakah sudah dilakukan penyelarasan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) di seluruh provinsi di Kalimantan.

    Nirwono mempertanyakan apakah pemerintah sudah merevisi RTRW kabupaten dan kota yang menjadi pendukung ibu kota negara, seperti Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar), Samarinda, dan Balikpapan. "Pasti ada perubahan. Suka tidak suka dengan adanya IKN, RTRW Balikpapan dan Samarinda harus disesuaikan," ujarnya.

    Selain itu, pemerintah diminta menunjukkan rencana detail tata ruang di PPU, Kukar, Balikpapan, Samarinda. Menurut Nirwono, tingkatan rencana induk pusat kota IKN, serta rencana tata bangunan dan lingkungan, dan panduan rancang kota untuk IKN juga belum ada.

    "Sampai Februari dalam pembahasan itu belum ada master plan dan site plan yang sudah pasti. Masih kira-kira. Sehingga tidak heran kalau penentuan titik istana masih dalam tinjauan," katanya.

    Nirwono menilai proses-proses soal tata ruang ibu kota baru mestinya diselesaikan dulu oleh pemerintah. "Yang difokuskan sekarang bahas istana negaranya, tapi tidak membahas konteks tata ruang IKN terhadap wilayah di sekitar. Ini PR (pekerjaan rumah) pertama yang belum terjawab," ujar dia.

    Baca juga: Bappenas Bahas Istana Negara Burung Garuda dengan 5 Asosiasi

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.