Buka Munas Alim Ulama PKB, Jokowi: Toleransi Penting Dalam Moderasi Beragama

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kanan) menabuh bedug disaksikan Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua kiri), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peresmian renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. Renovasi besar Masjid Istiqlal sejak Mei 2019 lalu telah selesai. Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kanan) menabuh bedug disaksikan Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua kiri), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peresmian renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. Renovasi besar Masjid Istiqlal sejak Mei 2019 lalu telah selesai. Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan tak ada tempat bagi terorisme, yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama. Karena itu, ia menegaskan pemerintah tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

    "Pemerintah terus berkomitmen untuk selalu menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Toleransi adalah bagian yang sangat penting dalam moderasi beragama, eksklusivitas, dan ketertutupan jelas tidak sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika," kata Presiden saat membuka Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Istana Negara, Jakarta, Kamis, 8 Mei 2021.

    Jokowi mengaku terkejut dengan adanya aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu belakangan. Di tengah penanganan pandemi Covid-19, kejadian tersebut sebagai kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang mengancam kerukunan kita.

    "Tindakan yang lahir dari cara pandang yang keliru, dari paham yang salah, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai Luhur agama," kata Jokowi.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi meyakini PKB sebagai partai tak akan kendor untuk terus menyemai nilai-nilai moderat dan terus menebarkan moderasi beragama.

    "Menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar sesama, sehingga radikalisme terorisme tidak ada lagi di negara yang kita cintai ini Indonesia," kata Presiden.

    Jokowi pun berterima kasih pada kyai dan alim ulama atas kontribusi besar mereka dalam menjaga persatuan dalam menjaga kerukunan antar warga bangsa. Ia menilai mereka telah menjaga keutuhan bangsa dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia, menebarkan toleransi, menebarkan semangat persaudaraan, serta menjadikan kebhinekaan sebagai pondasi persatuan.

    Baca juga: Pidato di Munas LDII, Jokowi Sebut Sikap Tertutup dan Eksklusif Picu Intoleransi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.