Buka Mukernas PKB, Jokowi Soroti Terorisme dan Apresiasi Peran Ulama

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat menghadiri Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa di Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019. Tak hanya Jokowi, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pun ikut mengenakan udeng, penutup kepala khas Bali. Foto: Johannes P. Christo

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat menghadiri Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa di Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019. Tak hanya Jokowi, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pun ikut mengenakan udeng, penutup kepala khas Bali. Foto: Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tak ada tempat bagi terorisme, yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama. Karena itu, ia menegaskan, pemerintah tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

    "Pemerintah terus berkomitmen untuk selalu menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Toleransi adalah bagian yang sangat penting dalam moderasi beragama, eksklusivitas, dan ketertutupan jelas tidak sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Istana Negara, Jakarta, Kamis, 8 Mei 2021.

    Jokowi mengaku terkejut dengan adanya aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu belakangan. Di tengah penanganan pandemi Covid-19, kejadian tersebut sebagai kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang mengancam kerukunan kita.

    "Tindakan yang lahir dari cara pandang yang keliru, dari paham yang salah, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai Luhur agama," kata Jokowi.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi meyakini PKB sebagai partai tak akan kendor untuk terus menyemai nilai-nilai moderat dan terus menebarkan moderasi beragama.

    "Menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar sesama, sehingga radikalisme terorisme tidak ada lagi di negara yang kita cintai ini Indonesia," kata Jokowi.

    Jokowi berterima kasih pada kyai dan alim ulama atas kontribusi besar mereka dalam menjaga persatuan dalam menjaga kerukunan antar warga bangsa. Ia menilai mereka telah menjaga keutuhan bangsa dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia, menebarkan toleransi, menebarkan semangat persaudaraan, serta menjadikan kebhinekaan sebagai pondasi persatuan.

    Baca juga: PKB Gelar Mukernas Besok, Ada Pembahasan Pilpres 2024


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.